riau24 Biadab, Tiga Warga Rohingya Tewas Terkena Ranjau Myanmar | Berita Riau
Minggu, 24 September 2017

Duka Rohingya

Biadab, Tiga Warga Rohingya Tewas Terkena Ranjau Myanmar

0
Para pengungsi Rohingya menangis setelah tiba di pantai Bangladesh/AFP
Berita Riau -  Biadab, Tiga Warga Rohingya Tewas Terkena Ranjau Myanmar
Riau24.com- BANGLADESH - Tiga warga Rohingya yang berusaha menyelamatkan diri konflik di Rakhine State, Myanmar, tewas akibat terkena ranjau darat yang diduga dipasang dekat perbatasan dengan Bangladesh.

Komandan Penjaga Perbatasan Bangladesh Letnan Kolonel Manzurul Hasan Khan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tentara mendengar suara ledakan pada Sabtu malam sekitar 100 meter dari perbatasan.

"Kami mengetahui dari informasi korban cedera bahwa ada empat warga. Korban selamat menuturkan tiga lainnya tewas seketika akibat ledakan, sepertinya ranjau darat," kata Khan kepada AFP seperti dilansir antara (11/9/2017).

Ia mengatakan pasukan penjaga perbatasan menemukan korban selamat melewati garis perbatasan dengan luka di sekujur tubuh dan wajahnya.

Seorang warga Rohingya lainnya juga cedera, diduga akibat ranjau, di lokasi yang sama setelah ia kembali ke desa untuk mengambil sapi miliknya dan membawanya ke Bangladesh.

Organisasi-organisasi bantuan dan pejabat Bangladesh menuding ranjau dipasang untuk mencegah warga minoritas Rohingya kembali ke Myanmar.

Bangladesh pada Rabu memanggil duta besar Myanmar untuk memprotes pemasangan ranjau di sepanjang perbatasan.

Ini merupakan kali kedua Dhaka memanggil duta besar Myanmar sejak peningkatan kekerasan di Rakhine State memicu krisis pengungsi, dengan 294.000 orang membanjiri perbatasan sejak 25 Agustus.

Sementara itu, Pemerintah Myanmar tampaknya menolak gencatan senjata yang tawarkan oleh gerilyawan Rohingya, Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA).
Sikap itu disampaikan oleh Zaw Htay, juru bicara pemimpin de facto Myammar, Aung San Suu Kyi.

Melalui Twitter, Zaw Htay menegaskan pemerintah tidak akan berunding dengan "teroris". Penegasan juru bicara pemimpin Myanmar dikeluarkan setelah beberapa jam sebelumnya ARSA, yang mengaku bertindak atas nama warga Rohingya, mengumumkan gencatan senjata selama satu bulan.***


Loading...

Bagikan : #Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru