riau24 Hati-hati, 6 Dosa Besar Ini Sering Dianggap Sepele dan Sering Dilanggar | Berita Riau
Selasa, 26 September 2017

Kajian Islam

Hati-hati, 6 Dosa Besar Ini Sering Dianggap Sepele dan Sering Dilanggar

0
Ilustrasi
Berita Riau -  Hati-hati, 6 Dosa Besar Ini Sering Dianggap Sepele dan Sering Dilanggar
Riau24.com- Dosa adalah tindakan atau perbuatan yang melanggar segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah baik yang ditetapkan di dalam Al-Qur’an maupun Hadits. Seringkali Allah tidak memberikan sanksi kontan terhadap pelaku dosa untuk memberikan kesempatan bagi hambaNya agar bertaubat.

Namun rupanya hal ini disalahfahami oleh manusia sebagai maaf dari Allah dan membuat mereka terus melakukan dosa secara berulang dan terus berulang, bahkan terbiasa dengan dosa besar sekalipun.

Ada banyak dosa besar yang sering dilakukan manusia dan mereka tidak menyadari bahwa yang dilakukannya sebenarnya adalah dosa besar, dilansir neesanews, 31 Maret 2017:


1. Riya (pamer amal)

Riya’ adalah melakukan perbuatan baik dengan tujuan untuk mendapatkan pujian dari selain Allah, meskipun riya’ termasuk dalam kelompok syirik kecil namun dosa ini tergolong dalam Syirik dan syirik (menyekutukan Allah) adalah bagian dari dosa besar.

(يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلا قَلِيلا (١٤٢

Artinya : “….. mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An Nisa : 142)

Secara tegas Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:
”Sesungguhnya yang paling aku takuti terhadap kalian adalah syirik yang paling kecil: riya.”

Tekhnologi informasi yang semakin berkembang membuat manusia dapat melakukan dosa ini secara langsung meskipun tidak ada orang disekitarnya, seperti misalnya mengunggah perbuatan baik ke situs-situs media social dengan tujuan agar mendapat pujian. Memperlihatkan perbuatan baik dengan cara apapun bukanlah sesuatu yang salah, namun akan menjadi bermasalah ketika hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan pujian dari orang lain dan tidak untuk mendapatkan ridlo Allah
Fenomena pamer amal (riya’) sangat lazim dilakukan oleh manusia dan banyak dilakukan secara “online”. Yang harus diingat adalah bahwa riya’ termasuk dalam dosa syirik meskipun syirik kecil, mengenai dosa syirik Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (An Nisaa: 48)

Dan Allah SWT berfirman,
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga.” (Al Maidah: 72)

2. Merasa Aman dari Ancaman Allah swt.

Seperti telah disampaikan diatas, begitu terbiasanya seseorang dengan perbuatan dosa membuatnya terus melakukan dosa yang sama dan lupa menyadari bahwa ada sekian banyak ancaman dari Allah terhadap pelaku dosa. Dengan kasih sayang dari Allah, manusia tidak mendapat balasan kontan dari Allah atas dosa-dosa yang dilakukan dan mestinya hal ini disadari sebagai pesan tersirat dari Allah bahwa sebenarnya hal tersebut merupakan kesempatan yang diberikan oleh-Nya agar manusia bertaubat, meskipun tidak sedikit juga manusia yang mendapat balasan kontan dari Allah atas dosa-dosa yang diperbuatnya.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman,

“Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (Al A’raaf: 99)

Sebetulnya saat kita tidak merasa resah dengan dosa yang telah kita perbuat ada sesuatu yang harus segera diperbaiki yaitu keimanan kita, apalagi jika dosa tersebut termasuk dosa besar.

3. Meninggalkan Sholat Wajib

Kita tentu menyadari akan hal ini, berapa banyak orang-orang disekitar kita yang tidak mengerjakan sholat namun kita tidak melihat raut wajah penyesalan di wajah mereka. Kita juga melihat disekitar kita bahwa orang yang mengerjakan sholat dengan orang yang tidak mengerjakan sholat prosentasenya lebih besar orang yang tidak mengerjakan sholat, hal ini menggambarkan bahwa lebih banyak manusia menganggap urusan meninggalkan sholat adalah urusan sepele, bukan dosa besar dan tidak perlu disesali.

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui Al-Ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” (QS. Maryam: 59-60)

Ibnu Mas’ud menafsirkan kata ‘ghoyya’ dalam ayat tersebut adalah sungai di Jahannam yang makanannya sangat menjijikkan, yang tempatnya sangat dalam.

Sholat adalah hal pertama yang akan dihisab di Yaumul akhir kelak dan merupakan penentu diterima dan tidaknya amal seseorang, Meninggalkan sholat adalah masalah besar bagi setiap manusia karena sholat adalah PENENTU selamat dan tidaknya seseorang diakherat kelak dan meninggalkannya adalah dosa besar.

4. Memakan Riba

Inilah salah satu dosa besar yang dianggap sepele oleh masyarakat kita bahkan oleh kita sendiri, kita dikelilingi oleh system ini dan seolah-olah tidak dapat berpaling darinya. Hampir setiap segala sesuatu yang berhubungan dengan hutang piutang tidak terlepas dengan riba, perbankan, kredit pembelian rumah, kendaraan dan lain sebagainya.

Celakanya masyarakat kita sudah tergantung dengan system ini dan tidak familier dengan system keuangan non riba dan bahkan cenderung menolak system keuangan islami. Parahnya lagi masyarakat lebih siap dengan system keuangan ribawi daripada system keuangan Islami. Menggunakan system keuangan ribawi banyak dilakukan oleh saudara kita, orang tua kita bahkan oleh kita sendiri, celakanya hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang biasa dan sepele dan saat melakukannya tidak ada perasaan berdosa sedikitpun.

Begitu terbiasanya dengan masalah riba ini hingga membuat seseorang tidak segan-segan menawar jumlah nilai riba menjadi lebih besar dan tidak menyadari bahwa yang dimakan adalah api neraka.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman,

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila”. (Al Baqarah: 275)

5. Meminum Khamar dan Berjudi

Hampir disetiap tempat kita temukan orang dengan bangga meminum minuman keras, tidak jarang kita mendengar sumpah serapah kebanggaan mereka setelah menghabiskan sekian botol minuman beralkohol.

“Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Al-Ma’idah: 90)

Para pecandu minuman keras selalu mencari kesempatan untuk mengkonsumsi minuman haram ini, meskipun mereka mengetahui bahwa agama melarang untuk meminum khamr. Mereka menganggap sepele tentang dosa meminum minuman keras.

6. Ghibah

Ghibah adalah mencari-cari kesalahan orang lain dan kemudian membicarakannya, saat ini ghibah bukan hanya terjadi di sudut-sudut rumah yang dilakukan oleh ibu-ibu sebagai “kudapan” segar dalam acara ngerumpi. Ghibah saat ini sudah lebih canggih dan melibatkan ribuan bahkan jutaan orang melalui media social dan media online lainnya.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu, memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat, lagi Maha Penyayang.” – (QS. Al-Hujurat: 12)

Trend saat ini dimana banyak orang tidak dapat dipisahkan dengan gadget (ponsel) membuat mereka ikut larut dalam perbincangan ghibah bahkan ikut menyebarkannya. Memperbincangkan keburukan orang dan bahkan keburukan tersebut sebenarnya fitnah dan hoax marak dilakukan melalui media social saat ini, tanpa kita sadari kadang kita ikut didalamnya.

Wallahu a’lam


Loading...

Bagikan : #Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru