riau24 Hari Kelapa Dunia Mampu Menyejahterakan Masyarakat: Hipnotis! | Berita Riau
Selasa, 26 September 2017

Opini

Hari Kelapa Dunia Mampu Menyejahterakan Masyarakat: Hipnotis!

0
Foto: net
Berita Riau -  Hari Kelapa Dunia Mampu Menyejahterakan Masyarakat: Hipnotis!
Riau24.com- Hipnotis mampu menyembunyikan pikiran manusia dari fakta yang ada, hipnotis mampu mengelabui korbannya. Begitulah kiranya jika mendengar kalimat dari pihak-pihak yang mengatakan bahwa Festival Kelapa di Dunia yang digelar di Kabupaten Indragiri Hilir pekan lalu bisa menyejahterakan masyakarat dan petani kelapa.


Perlu dipertanyakan, bagaimana hubungannya acara seremonial bisa meningkatkan taraf hidup petani. 


Mungkin maksudnya adalah bisa menarik perhatian para investor, itu benar. Tapi apakah dengan serta-merta investor langsung menanamkan uangnya di Inhil? Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. 


Kalaupun investor masuk disebabkan acara hari kelapa dunia ini, tentunya investor akan mendirikan perusahaan atau industri kelapa baru di Inhil. Bahkan, akan bertambah kapitalisme asing di Inhil. Apakah itu jaminan petani sejahtera? 


Bukankah sekarang juga sudah banyak perusahaan kelapa di Inhil?  Apakah sudah sejahtera masyarakat dan petani kelapa?  


Sebelumnya juga ada rencana resi gudang oleh Pemerintah Inhil, tepatnya tahun 2015. tapi mengapa sampai sekarang belum terlaksana? Bukankah waktu itu mereka dengan yakin dan bangganya mengatakan Sistem Resi Gudang (SRG) mampu menyejahterakan masyarakat? Bahkan ketika pemuda mempertanyakan itu, malah dikatakan antek-antek kapitalis. Hampir genap 2 tahun kita menunggu realisasi SRG ini, tapi faktanya? 


Sekarang datang lagi kabar bahwa Hari Kelapa Internasional mampu menyejahterakan masyarakat, tentu kita harus berbahagia mendengarnya, tapi kita juga harus kritis dengan mempertanyakan bagaimana caranya. Bukan terhipnotis dengan riuh acara yang penuh dengan "kelucuan" itu.


Ada yang mengatakan ini "menasbihkan" kepada dunia bahwa Inhil adalah hamparan kelapa dunia. Menyedihkan! Jika hanya sekadar memperkenalkan kepada dunia bahwa Inhil penghasil kelapa rasanya itu sudah ketinggalan zaman.


Sebab, perusahaan internasional seperti PT. Pulau Sambu, Coconaco, dan perusahaan lainnya sudah sejak tahun 80-an beroperasi di Inhil, dan sudah menjual produk kelapa petani Inhil ke penjuru dunia. Kurang terkenal apa lagi? 


Jadi sekali lagi saya mengajak generasi muda untuk kritis,  jangan latah dan dangkal. 


Hari ini yang kita butuhkan adalah penyelamatan perkebunan masyarakat yang sudah banyak rusak, serta mampu memberikan harga jual tinggi. Pemda harusnya mampu melakukan terobosan dengan mendirikan BUMD yang fokus pada hilirisasi produk kelapa, sehingga dapat menekan kesewenang-wenangan Perusahaan Asing memberikan harga. Bahkan Inhil dapat menambah PAD, dan menyerap lapangan kerja. 


Oleh: Saipudin Ikhwan, S.I.Kom
Penulis merupakan Mahasiswa di Kabupaten Indragiri Hilir
Provinsi Riau


Loading...

Bagikan : #Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru