riau24 Ini Kisah Penggali Kubur Yang Bongkar Makam Abi, Korban Persekusi Toko Vape. Ternyata.... | Berita Riau
Selasa, 26 September 2017

KRIMINALITAS

Ini Kisah Penggali Kubur Yang Bongkar Makam Abi, Korban Persekusi Toko Vape. Ternyata....

0
ilustrasi
Berita Riau -  Ini Kisah Penggali Kubur Yang Bongkar Makam Abi, Korban Persekusi Toko Vape. Ternyata....
Riau24.com- Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya akhirnya membongkar makam Abi Qowi Suparto (20 tahun) di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa sore 12 September 2017.

Pembongkaran ini dilakukan untuk kemudian dilakukan autopsi jasad Abi yang diduga meninggal dunia karena dipersekusi serta dianiaya tujuh orang pemuda lantaran ia dituduh mencuri rokok elektrik (vape) dari salah satu outlet vape di bilangan Tebet, Jakarta Selatan.

Lantas, seperti apakah detik-detik pembongkaran makam Abi yang baru berusia sepuluh hari sejak 3 September lalu itu? Berikut penuturan Joni (58 tahun), salah seorang penggali kubur yang membongkar makam Abi.

Menurut Joni, selama 27 tahun bekerja sebagai tukang gali kubur, baru dua kali ia disuruh menggali makam orang yang sudah dikuburkan. Terakhir kali hal itu ia lakukan sekitar tahun 90-an. Meski tak ingat persis kapan tahunnya, ia ingat betul pernah menggali kubur yang sudah rata dengan tanah untuk kepentingan serupa , yakni untuk kepentingan autopsi kepolisian.

"Sudah dua kali gali kubur seperti ini bukan nguburin tapi gali kubur yang sudah rata sama tanah," ucap dia saat ditemui di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa 12 September 2017.

Ayah tiga anak itu mengaku sebenarnya hati dia tak ingin menggali kubur seseorang yang telah rata dengan tanah. Namun, ia tetap profesional dengan pekerjaannya sebagai seorang tukang gali kubur.

"Kalau buat saya pribadi, walaupun enggak mau namanya tugas ya harus dilakuin. Ya saya enggak tega dia (Abi) sudah dikubur diangkat lagi," katanya.

Joni pun menyebut baru tahu kalau Abi meninggal karena diduga dianiaya hari ini. Tahu Abi meninggal dengan tidak wajar, ia sempat ingin melihat jasad Abi ketika ikut diangkat kembali keluar dari liang lahat.

Namun, hal itu ternyata tidak diperbolehkan oleh pihak kepolisian yang ada di sana. Alhasil, dia bersama dengan dua temannya yang bertugas mengangkat jasad Abi dari liang lahat hanya dapat melihat jasad Abi yang masih dibaluti kain kafan.

"Itu kan mayatnya ditutup kain kafan kami tidak lihat, tidak lihat untuk luka apa-apanya karena semuanya tertutup. Tugas kami untuk angkat saja, setelah itu disuruh keluar sama tim forensiknya, jadi kami enggak tahu keadaan jenazah seperti apa, kami enggak tahu. Itu ketutup semua dengan kain kafan," ujar Joni menjelaskan.

Joni mengatakan, tidak ada kendala berarti ketika ia bersama dengan teman-temannya yang lain bertugas membongkar kembali makam Abi. Menurutnya, pembongkaran berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan berarti.

Tanah makam Abi, kata dia, masih mudah untuk digali kembali mengingat belum terlalu lama umur makamnya. Selain itu, jasad Abi pun masih bisa dengan mudah ditemukan di dalam liang lahat karena belum hancur sedemikian rupa seperti jasad yang telah dikubur belasan tahun.

Meski sempat ada rasa takut ditugaskan untuk menggali kembali makam seseorang yang telah meninggal dunia, pada akhirnya Joni memberanikan diri menerima hal itu karena memang sudah jadi risiko pekerjaannya. Tapi, meski begitu, sebelum melakukan hal itu, dia bukan tidak mempersiapkan diri.

Agar tugasnya dimudahkan tanpa adanya gangguan, Joni bersama dengan rekannya yang lain sebelum menggali kubur Abi memanjatkan doa pada Tuhan Yang Maha Esa agar pekerjaan yang dilakukan itu bisa berjalan lancar.

"Kalau niat pasti ada supaya dilancarin. Apalagi ini bongkar supaya enggak terjadi hal-hal yang aneh, tadi kami enggak pakai masker. Enggak kebauan (bau busuk). Kita kan selalu berdoa agar lancar ini," katanya seperti dilansir viva.co.id.***


Loading...

Bagikan : #Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru