riau24 Dedet Kecewa Riau Peringkat 19 Provinsi Terkorup di Bidang Kesehatan | Berita Riau
Minggu, 24 September 2017

Pemerintah

Dedet Kecewa Riau Peringkat 19 Provinsi Terkorup di Bidang Kesehatan

0
Noviwaldy Jusman
Berita Riau -  Dedet Kecewa Riau Peringkat 19 Provinsi Terkorup di Bidang Kesehatan
Pekanbaru, Riau24.com-  Wakil ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman atau yang akrab disapa Dedet angkat bicara soal peryataan Indonesian Corruption Watch (ICW) bahwa provinsi Riau meraih peringkat 19 dari 20 Provinsi terkurup dibidang kesehatan.


Kepada Riau24.com Rabu 13 September 2017 Noviwaldy menyatakan bahwa dirinya sangat menyayangkan dan kecewa jika Riau di posisi 19 terkorup.


"Saya melalui lembaga DPRD Riau sangat kecewa, lantaran kepala daerah seluruh provinsi Riau tidak mengamalkan 9 butir kesepakatan yang saya sampaikan waktu pertemuan komitmen seluruh kepala daerah bersama pimpinan DPRD Riau di gedung daerah bersama KPK,"katanya di DPRD Riau Rabu 13 September 2017.


Dedet juga mengatakan bahwa temuan itu akan menjadi evaluasi untuk DPRD khusunya baginya sebagai koordinator komisi V DPRD bidang kesehatan.


"Kita akan lakukan pengkajian lagi seperti apa jalan keluarnya, seperti memotong jalur distribusi obat -obatan dan lain- lain,"paparnya.


Sebelumnya Indonesian Corruption Watch (ICW) telah melakukan penelitian terhadap korupsi sektor kesehatan di Provinsi Riau. Salah satu pihak ICW, Egi Yoga menyebut, Riau masuk dalan 20 provinsi dengan korupsi kesehatan terbesar.


Riau, kata dia, berada pada peringkat ke 19 sebelum Nusa Tenggara Barat di tingkat 19 dan Sulawesi Barat di tingkat 20. Sementara provinsi pertama yang memiliki korupsi kesehatan paling banyak ada di Provinsi Sumatera Utara, lalu disusul Jawa Barat.


"Di Riau, objek korupsi kesehatan terbesar adalah infrastruktur Puskesmas sebanyak 3 kasus, dana obat-obatan 1 kasus, dan dana alat kesehatan 1 kasus," ungkap Egi.


Selain itu, Egi juga mengungkapkan beberapa jabatan tersangka korupsi kesehatan di Provinsi Riau.


"Paling tinggi adalah PNS sebanyak 8 kasus, swasta 6 kasus, pejabat di RSUD 1 kasus, dan tidak diketahui sebanyak 7 kasus," ujarnya.(***)


R24/iko


Loading...

Bagikan : #Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru