riau24 Aneh, Jasriadi Ternyata Tidak Dijerat Polisi dengan Pasal Terkait Saracen | Berita Riau
Jumat, 22 September 2017

Kasus Penyebaran Kebencian

Aneh, Jasriadi Ternyata Tidak Dijerat Polisi dengan Pasal Terkait Saracen

0
jasriadi
Berita Riau -  Aneh, Jasriadi Ternyata Tidak Dijerat Polisi dengan Pasal Terkait Saracen
Riau24.com- JAKARTA - Jasriadi yang ditangkap pihak kepolisian terkait jaringan penyebar kebencian lewat jaringan Saracen ternyata tidak dijerat polisi menggunakan pasal mengenai penyebaran kebencian. Sementara Asma Dewi dikenai sejumlah pasal yang juga tidak terkait Saracen.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) , Irfan Iskandar, saat jumpa pers dengan media di kantornya, Rabu (13/9) malam WIB. "Jasriyadi ditetapkan sebagai tersangka bukan karena Saracen dan tidak ada hubungannya dengan Saracen. Maka saya harap media juga tidak memberitakannya demikian," tegas Iskandar.

Irfan menerangkan Jasriadi ditahan atas dasar pelanggaran karena melakukan ilegal access ke komputer orang lain. Yaitu seperti yang diatur dalam Pasal 30 ayat 1 dan 2 UU ITE. Namun sampai saat ini, dia ditahan bukan karena Pasal 28 ayat 2 UU ITE. Namun kebih karena pasal 30 ayat 1 dan ayat 2. Ayat 1 mengenai masuk secara ilegal ke komputer orang dan ayat 2 karena mengambil informasi. Jadi, kata Irfan, Jasriadi bukanlah bagian dari pengurus Saracen.

Sementara Asma Dewi disangkakan melanggar tiga pasal sekaligus. Ketiga pasal tersebut adalah Pasal 28 Ayat 2 UU ITE tentang hate speech, Pasal 16 jo Pasal 1 UU antidiskriminasi ras dan etnis. Kemudian Pasal 207 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan terhadap penguasa. Terakhir, pasal 208 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa.

Menurut Irfan, ketiga pasal di atas sama sekali tidak berhubungan dengan kasus Saracen. Bahkan, mengenai dugaan Asma Dewi pernah mentransfer sejumlah dana ke Saracen tidak dibicarakan saat pemeriksaan awal. "Saya heran dengan berita yang mengaitkan klien kami dengan Saracen. Di mana kaitannya? kami tidak menemukan kaitannya," kata Iskandar seperti dilansir Republika, Kamis (14/9).

Sementara itu, penasehat hukum Asma Dewi, Juju Purwantoro, membantah adanya aliran dana dari kliennya kepada kelompok bisnis yang disangka menyebar ujaran kebencian, Saracen. “Enggak ada-lah. Rumah saja enggak ada kok,” ujar dia di Markas Komando LBH Bang Japar di Jakarta Selatan, Rabu malam, 13 September 2017.

Menurut Juju, Jasriadi, petinggi Saracen, hanyalah penyedia jasa web yang menawarkan produknya kepada Asma Dewi. “Dia ini (Asma) user. Jasriadi itu hanya menawarkan jasanya untuk membuat web,” kata Juju.

Asma Dewi ditangkap di rumah kakaknya di Kompleks Perumahan Kepolisian, Jakarta Selatan. Kepolisian menduga Asma terlibat sindikat penyebar ujaran Saracen. Juru bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, mengatakan penyidik menemukan bukti Asma pernah mentransfer uang senilai Rp75 juta kepada NS, anggota inti Saracen. ***


Loading...

Bagikan : #Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru