riau24 Biadab, Bocah SD Ini Diberi Pil Berbentuk Boneka, Akhirnya Bergulingan di Tanah Sampai Pingsan | Berita Riau
Minggu, 24 September 2017

PSIKOTROPIKA

Biadab, Bocah SD Ini Diberi Pil Berbentuk Boneka, Akhirnya Bergulingan di Tanah Sampai Pingsan

0
Erik Dikna Septianto dirawat di rumah sakit
Berita Riau -  Biadab, Bocah SD Ini Diberi Pil Berbentuk Boneka, Akhirnya Bergulingan di Tanah Sampai Pingsan
Riau24.com - MALANG - Setelah terjadi  di Kota Kendari, aksi pemberian obat-obatan mengandung psikotropika oleh orang tidak bertangung jawab juga terjadi di wilayah Kota Malang. Seorang siswa SD bernama Erik Dikna Septianto (9), tiba-tiba ditemukan warga tidak sadarkan diri di dekat sekolahnya.

Pelajar kelas 2 SD Negeri Bakalankrajan 1, Kota Malang, tersebut, ditemukan warga berguling-guling di dekat Taman Kanak-kanak ABA 2, yang letaknya berada di dekat SD Negeri Bakalankrajan 1.

Setelah berguling-guling di tanah, dalam kondisi mengalami penurunan kesadaran, korban lalu pingsan selama hampir dua jam. Ayah korban, Turiono, warga RT 3 RW 7, Kelurahan Bakalankrajan, mengetahui kejadian ini setelah diberi tahu tetangganya yang bekerja di dekat sekolah korban.

Turiono menyebutkan, warga yang menemukan anaknya tersebut, melihat anaknya berguling-guling di tanah, seperti orang mengigau. “Dia mengaku badannya sakit semua, dan kepalanya pusing setelah diberi obat warna biru, bergambar boneka, oleh teman yang baru dikenalnya,” ungkapnya.

Kejadian ini, diketahuinya sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah menunggu dua jam, anaknya mulai sadarkan diri dan dibawa berobat ke klinik kesehatan Apotek 71 Mulyorejo, Kota Malang. Kondisi korban sendiri masih sangat lemah dan terbaring di kasur dengan diberi infus.

Korban mengaku, baru kenal temannya yang memberikan obat sepulang sekolah. Pelaku tersebut mengaku bernama Farel. “Dia seumuran dengan saya, tidak memakain seragam. Dia bawa dua pil. Satu diberikan ke saya, katanya itu permen. Lalu saya diberi air minum,” ungkapnya, sambil terbaring lemah.

Setelah memberikan obat, teman barunya tersebut langsung lari ke area persawahan yang ada di dekat sekolah. Dia sendiri langsung merasakan pusing dan badannya sakit semua. Permen yang diberikan teman barunya tersebut rasanya pahit.

Dokter dari klinik kesehatan Apotek 71 Mulyorejo, Yusak Wibowo Alim menyebutkan, kondisi korban sangat lemah dan pupil matanya mengecil saat tiba di klinik. “Tadi dia seperti masih linglung. Pupil matanya mengecil, tanda kalau dia keracunan, atau terkena zat psikotropika,” ungkapnya.

Mengetahui kondisi korban tersebut, dia langsung memberikan cairan melalui infus, dengan tujuan menetralkan kondisi tubuh korban. Selain itu, juga diberikan obat anti alergi untuk mengurangi racun yang ada di dalam tubuhnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Polsek Sukun, Kompol Toyib Subur menyatakan, sedang melakukan penyelidikan atas kasus ini, dengan meminta keterangan korban, saksi-saksi, orang tua korban, dan dokter yang menangani korban.

“Kami juga melakukan pengejaran terhadap pelaku, berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh korban. Para orang tua, kami imbau untuk lebih berhati-hati, dan meminta anak-anaknya tidak sembarangan menerima pemberian orang asing yang belum dikenalnya,” tegasnya seperti dilansir sindonews (17/9/2017) .***

Loading...

Bagikan : #Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru