riau24 Misi Berakhir, Begini Perjalanan Cassini Mengorbit 13 Tahun di Saturnus | Berita Riau
Jumat, 22 September 2017

Antariksa

Misi Berakhir, Begini Perjalanan Cassini Mengorbit 13 Tahun di Saturnus

0
Foto: net
Berita Riau -  Misi Berakhir, Begini Perjalanan Cassini Mengorbit 13 Tahun di Saturnus
Riau24.com- Misi telah berakhir, tapi warisan cerita Cassini selama 13 tahun mengorbit Saturnus akan jadi cerita yang tak pernah habis untuk diceritakan dan dipelajari oleh para astronom. Catatan yang ditinggalkan Cassini membutuhkan waktu panjang untuk ditelaah dan dipahami. Sebuah dunia baru di tepi Tata Surya tentang Saturnus, rajanya planet cincin beserta satelit pengiringnya.

Cassini mengakhiri perjalanannya dengan skenario yang cukup dramatis. Orbiter Saturnus ini terjun bebas ke planet Saturnus dan terbakar di atmosfer planet cincin tersebut.

Seperti dilansir langitselatan, Sabtu 16 September 2017, Akhir kisah Cassini dimulai setelah perjumpaan terakhirnya dengan Titan saat terbang lintas di dekat satelit yang mirip Bumi purba itu. Dalam perjalanan terakhirnya yang diberi nama Misi “Grand Finale”, Cassini melakukan 22 kali penyelaman antara planet dan cincin Saturnus yang dimulai sejak 22 April 2017 sebelum akhirnya terjun bebas pada tanggal 15 September ke dalam atmosfer Saturnus. Setelah masuk atmosfer Saturnus, Cassini akan terbakar seperti meteor, mengakhiri hidupnya di Saturnus.

Tanggal 11 September jadi momen terakhir ketika Cassini memberikan ciuman perpisahan pada Titan dalam pertemuan mereka yang berjarak 120000 km. Pertemuan ini sekaligus mengubah lintasan Cassini untuk memastikan kalau wahana ini tidak akan pernah bisa selamat dari Saturnus, saat terjun bebas ke dalam atmosfer. Kehancuran Cassini di Saturnus snagat penting untuk kelangsungan penelitian di masa depan.

Akhir dramatis misi yang penuh kesuksesan ini memang sengaja dipilih untuk menjaga kemurnian Saturnus dan sistem kecilnya dari kontaminasi Bumi. Dalam perjalanannya mengeksplorasi Saturnus, wahana Cassini menemukan adanya potensi laik huni pada dua pengiring Saturnus yakni, Titan dan Enceladus. Meskipun belum ditemukan adanya kehidupan, tapi kedua bulan di Saturnus ini bisa jadi memiliki lingkungan prebiotik yang mendukung bentuk kehidupan sederhana. Jika ada kehidupan di Titan dan Enceladus, maka sebaiknya dibiarkan berevolusi apa adanya tanpa campur tangan apapun.

Ide itu yang membuat para astronom memutuskan untuk mengakhiri perjalanan Cassini sebagai meteor di Saturnus pada tahun 2010, ketika Misi Solstis Cassini baru dimulai.

Ada beberapa ide lain seperti memarkir Cassini di orbit sekitar Saturnus. Tapi, kemungkinan Cassini yang sudah kehabisan bahan bakar dan tak lagi bisa dipantau dari Bumi bertabrakan dengan satelit Saturnus masih tetap ada. Jika terjadi tabrakan, bisa saja Cassini mengkontaminasi para pengiring Saturnus dengan mikroba yang dibawa Cassini dari Bumi. Terjun Bebas ke dalam Saturnus tetap pilihan terbaik.

Perlu diingat, meskipun Cassini sudah mengangkasa selama 20 tahun, tapi kemungkinan mikroba di wahana Cassini masih tetap jadi pertimbangan. Apalagi ada mikroba yang bisa bertahan bertahun–tahun di luar angkasa meski tanpa air, tanpa udara dan tidak terkena radiasi Matahari.

Akhirnya pilihan untuk terjun bebas ke atmosfer Saturnus jadi pilihan terbaik. Tapi, selama Cassini melakukan terjun bebas, ia akan terus mengirimkan data ke Bumi. Saat memasuki lapisan teratas atmosfer Saturnus, Cassini bergerak dengan kecepatan 123000 km/jam dan terus mengirimkan data ke Bumi dari kedalaman 300 km dari atmosfer Saturnus. Ketika berada pada ketinggian 150 km dari awan teratas di Saturnus, Cassini akan mengakhiri percakapannya dengan Bumi. Sinyal terakhir ini baru akan diterima hampir 1,5 jam kemudian dan misi pun berakhir.

 


Loading...

Bagikan : #Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Berita News24xx

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru