riau24 KPK Jebloskan Eks Anggota DPRD Riau 'A Kirjauhari' ke Bui | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Dugaan Suap RAPBD 2015

KPK Jebloskan Eks Anggota DPRD Riau 'A Kirjauhari' ke Bui

1
Ilustrasi
Berita Riau -  KPK Jebloskan Eks Anggota DPRD Riau 'A Kirjauhari' ke Bui
Jakarta-Riau24.com-Kasus suap pembahasan RAPBD Riau tahun 2015, KPK menahan eks anggota DPRD Riau A Kirjauhari yang juga disebut pihak penerima suap dari Anas Maamun saat itu menjabat sebagai Gubernur Riau.
 
A Kirjauhari ditahan KPK, setelah menjalani pemeriksaan berada di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (16/9) sekitar pukul 20.20 WIB. Ia keluar gedung, dengan memakai rompi warna oranye. Politisi PAN digelandang ke rutan KPK.
 
"A Kirjauhari ditahan di Rutan C1 KPK," sebut Plh Kabiro Humas KPK Yuyu AndriatI. Dijelaskanya, Kirjauhari dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31/1999 sebagaimana hal sudah diubah UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.
 
Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan, ini dengan maksud agar Kirjauhari tak melarikan diri, dan menghilangkan alat bukti lain dalam kasus ini, dan mengulangi perbuatan yang sama. Di kasus ini, A Kirjauhari dan serta Annas Maamun telah ditetapkan sebagai tersangka.
 
Melengkapi berkas penyidikan ini, KPK sudah memeriksa sejumlah saksi seperti pegawai Sekretariat Daerah Suwarno, Kepala BPBD Said Saqlul Amri, dan Asisten II Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi Riau Wan Amir Firdaus. Juga anggota DPRD Riau sudah diperiksa seperti Hazmi Setiyadi dan Johar Firdaus.
 
Diketahui, kasus ini merupakan pengembangan daripada kasus sebelumnya yang menjerat Gubri nonaktif. Pengadilan Tipikor di PN Bandung ini menghukum Annas dengan pidana enam tahun bui dan denda Rp 200 juta. Annas sudah terbukti menerima duit dari pengusaha sawit Gulat Medali Emas Manurung senilai US$166,1 ribu. 
 
Duit panas tersebut digunakan untuk mengalih fungsi kawasan hutan "rakyat miskin" menjadi perkebunan sawit di daerah Kabupaten Kuantan Singingi seluas 1.188 hektare dan Bagan Sinembah di Kabupaten Rokan Hilir seluas 1.214 hektare milik Gulat.
 
Sementara, ditempat yang sama M Musa selaku pengacara untuk A Kirjauhari ini membenarkan hal bahwa kliennya itu memang ada menerima suap dari pihak Anas Maamun terkait persetujuan RAPBD Riau tahun 2015. Uang yang diterima kurang dari Rp 1 miliar dan dibagikan ke 4 anggota DPRD Riau.
 
"Tidak sampai itu Rp1 miliar dan untuk dibagikan pada 4-5 orang. Tapi yang jelas, klien kami bukan inisiator suap, melainkan hanya penerima pasif. Klien kami tidak berada diposisi untuk pengambil kebijakan. Makanya, silakan lihat perkembangannya," jelasnya. R24/dai/detik
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Rabu, 25 Oktober 2017 17:12 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/03OdNcZ.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru