riau24 Petani Kuansing Bersihkan Lahan | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Awali Musim Tanam,

Petani Kuansing Bersihkan Lahan

0
Lahan Persawahan di Kuansing
Berita Riau -  Petani Kuansing Bersihkan Lahan
Kuansing-Riau24.com-Petani Desa Kinali, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten
Kuantan Singingi, telah mulai menggarap lahan pertanian dengan diawali pembersihan lahan pembenihan. Ini dilakukan untuk menghadapi musim tanam 2015/2016 yang jatuh pada bulan september.

Meskipun sempat terjadi penundaan waktu turun ke ladang akibat kabut asap, dan
menunggu hujan turun namun petani telah mulai membersihkan lahan untuk pembenihan. "Karena hujan telah mulai turun, meskipun belum menggenangi areal persawahan, namun telah dapat bagi petani untuk memulai turun ke ladang," Ungkap Asni (47) petani asal Kinali ketika dihubungi wartawan.

Menurutnya, saat ini petani telah mulai membersihkan lahan pertanian terutama areal  pembenihan atau tempat bibit padi, biasanya petani yang berada di hamparan areal persawahan Kinali ini mulai melakukan pembenihan setelah lebaran haji (Idul Adha) dan pertengahan bulan Oktober melakukan penanaman.

"Meski tahun ini agak terlambat disebabkan hujan belum turun dan air irigasi juga tidak
mengalir, tetapi tidak menyurutkan minat petani untuk turun ke ladang," paparnya.

Dijelaskannya, areal persawahan Kinali ini memiliki luas lebih dari 350 hektar, yang
dimiliki bukan dari desa Kinali semata akan tetapi juga dimiliki petani desa Aur Duri, Desa
Bukit Kauman, sebagian desa Koto Lubuk Jambi dan Rantau Sialang serta Pulau Binjai.

Ketika ditanyakan soal saluran air irigasi yang belum dialiri, sehingga tanah menjadi kering, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Kuantan Singingi, H.
Azwan, S.Sos melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air H. Erwan, S. Sos didampingi Pebri Mahmud, S.Sos menyebutkan bahwa masalah pompanisasi tidak ada masalah dan hanya tinggal menunggu pemberitahuan dari petani melalui UPTD Tanaman Pangan Kuantan Mudik.

"Kami hanya menunggu kapan mesin dihidupkan untuk menarik air guna mengairi areal persawahan, sebab tak mungkin dihidupkan kalau waktu turun ke ladang belum tahu, itu kan sia sia belaka karena butuh dana operasional yang cukup besar," jelasnya.

Namun yang penting lagi mesin itu tak bisa hidup terus menerus dan harus diatur dengan baik, meskipun ada dua mesin tapi hanya hidup empat jam dalam sehari, kalau tidak mesin akan cepat rusak. Kemudian dalam pembagian air irihasi diharapkan petani membaginya secara adil agar daerah sebelah hilir juga kebagian air," harapnya.
R24/mrd/replizar
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru