riau24 DPRD-TAPD Kaget, Utang RSUD Rokan Hulu ke Distributor Capai Rp5,3 Miliar | Berita Riau
Senin, 15 Oktober 2018

Terungkap Saat Hearing

DPRD-TAPD Kaget, Utang RSUD Rokan Hulu ke Distributor Capai Rp5,3 Miliar

0
Pelayanan di RSUD Rokan Hulu/int
Berita Riau -  DPRD-TAPD Kaget, Utang RSUD Rokan Hulu ke Distributor Capai Rp5,3 Miliar
Riau24.com - Sejumlah anggota DPRD Rokan Hulu dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kaget saat mengetahui jumlah utang RSUD Rokan Hulu ke Distributor mencapai Rp5,3 miliar.

Sebab, selama ini pihak RSUD tidak pernah mengeluarkan data terkait kondisi utang dalam setiap pembahasan APBD 2018. TAPD juga mengakui bahwa persoalan utang ini sudah pernah dianggarkan pembayaranya di tahun 2016 lalu.

Besarnya nilai utang di RSUD Rohul diketahui saat digelarnya hearing oleh Komisi III DPRD Rohul, dipimpin Ketua Komisi III Wahyuni bersama manajemen RSUD, Dinas Kesehatan dan Tim Anggaran pemerintah Daerah (TAPD), Rabu (3/1/2018).

Bukan hanya itu, sejumlah dokter dan perawat juga sempat ancam mogok, karena uang jasa medis mereka sudah 4 bulan tidak dibayarkan pihak managemen RSUD.

Kini yang membuat heran, bagaimana cara melunasi utang obat RSUD, karena  APBD Rohul 2018 sudah disahkan dan tidak mungkin direvisi kembali. Apakah RSUD harus ditutup sementara, karena distributor obat menstop suplai obat.

Di hearing tersebut, Direktur RSUD Dr Faisal Harahap menyatakan kondisi utang RSUD sejak tahun 2015 terus membengkak mulai dari Rp3,3 miliar, kemudian di 2016  Rp3,4 miliar dan 2017 menjadi Rp5,3 miliar. Dirinya berdalih, membengkaknya utang obat karena RSUD terpaksa membeli obat di apotek yang harganya lebih mahal, akibat terhentinya suplai obat dari distributor.

“Kebutuhan RSUD itu capai  Rp1,1 hingga Rp1,2 miliar per bulannya, sementara kemampuan dari RSUD hanya di angka Rp700 juta, sehingga minus Rp300 juta per bulan. Inilah yang menjadi utang baru di setiap tahunnya dari tahun 2016-2017," kata Paisal.

Kepala Bappeda Rohul Nifzar, sesuai PP 18/2016 tentang OPD Anggaran RSUD ditumpangkan di Dinas Kesehatan. Secara mandatory, Dinas Kesehatan tidak kurang mendapatkan kucuran anggaran  10 persen dari APBD. Namun, saat pembahasan APBD 2018, permasalah RSUD ini tidak muncul, dan saat APBD 2018 sudah disahkan malah persoalan ini mencuat.  

“Saya ingat, saat pembahasan di Banggar tidak pernah meributkan soal ketersediaan obat, tidak terlayani pasien, dan  tidak terbayarkannya jasa medis. Saat itu, persoalan yang mengemuka adalah tidak adaya alat rontgen. Namun kini saya kaget ternyata ada utang obat, kita tidak pernah mendapatkan informasi seperti ini,” kesal Nifzar.

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Rohul, Wahyuni meminta ke Dirut RSUD, Kadis Kesehatan, bersama TAPD, agar duduk bersama mencari solusi tentang pembayaran utang tersebut dengan saran mengauditnya secara khusus sekaligus mengevaluasi seluruh pejabatnya.

“Ada apa dengan RSUD, karena setiap tahun RSUD ini dilakukan audit tetapi tidak kelihatan ada utang, tapi sekarang kok persoalan ini baru terbuka.  Mengapa kita kecolongan, ada apa ini,“ tanya Wahyuni.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Jaharudin menyarankan agar manajemen RSUD mematangkan kembali Rencana Bisnis Anggaran. Ia juga menyarankan, agar RSUD melakukan Efisiensi dengan mengkaji kembali uang jasa medik serta mengkaji kembali jumlah pekerja di RSUD.

Dirut RSUD Faisal yang dikonfirmasi. Kamis (4/1/2017) sore terkait membengkaknya utang obat capai Rp5,3 miliar mengaku, bahwa utang obat tersebut sudah ada sejak dirinya menjabat Direktur. Pihaknya bersama TPAD Kabupaten Rohul, rencananya akan melakukan rapat untuk mengatasi masalah utang obat tersebut.

“Di tahun 2018 ini, kita dapat bantuan Rp3 miliar dari APBD Rohul. Namun jumlah itu dan tidak cukup untuk membayarkan utang obat,” kata Paisal lagi.(***)



R24/ags
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru