riau24 Korban Dugaan Penipuan Perjalanan Umrah Jo Pentha Travel Bertambah | Berita Riau
Selasa, 17 Juli 2018

Kerugian Capai Rp3,5 Miliar

Korban Dugaan Penipuan Perjalanan Umrah Jo Pentha Travel Bertambah

0
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo/int
Berita Riau -  Korban Dugaan Penipuan Perjalanan Umrah Jo Pentha Travel Bertambah
Riau24.com - Polisi butuh kerja keras untuk mengembangkan kasus dugaan penggelapan dan penipuan yang diperbuat tersangka MYJ alias Johan terhadap calon jamaah umroh di wilayah Riau. Hasil penyelidikan menyebutkan korban masih belum semuanya teridentifikasi oleh Polda Riau, sehingga masih menunggu laporan lainnya menyusul.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Rabu (10/1/2018) menyebutkan masih menunggu laporan polisi (LP)."Kita masih menunggu dan mengumpulkan laporan yang ada di daerah-daerah," ungkap Guntur.

Guntur menjelaskan diduga masih adanya laporan yang mengendap di setiap Polres-Polres wilayah hukum Polda Riau terkait kasus tersangka Johan ini, sehingga untuk menyempurnakan bukti yang ada dan alat bukti.

"Di 12 Kepala Satuan Wilayah (Kastwil) yang kita kumpulkan laporan polisi terkait kasus tersangka ini. Mana tau bertambah lagi korban yang belum melapor," sebut Guntur.

Sejauh ini Polda Riau Masih mendengarkan keterangan saksi-saksi untuk mengumpulkan data-data yang valid, selain itu kerugian yang ditafsir telah mencapai Rp3,5 miliar.

"Saksi sudah ada penambahan sampai 19 orang yang diperiksa, untuk kerugian korban saat ini Rp3,5 miliar," tegas Guntur.

Sementara itu, Polda Riau hanya menangani kasus yang menyangkut pidananya bukan hukum perdatanya yang menyangkut pengembalian kerugian para korban calon jemaah umroh.

"Dalam kasus ini, fokus kita hanya hukum pidananya bukan perdatanya. Apalagi harus sampai menyita aset-aset tersangka yang dimilikinya," pungkas Guntur.

Disaat bersamaan, korban calon jemaah umroh kembali bertambah menjadi 15 orang yang melaporkan kasus penggelapan dan penipuan JPW ke Sentrak Pelayana Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau, Rabu (10/1/2018) siang.

"Kami berharap dengan laporan yang kami berikan ini, hendanya pihak kepolisian dapat memberikan keadilan dan kepastian," ujar Widiyawati.

Lanjut Widiyawati (39) yang merupakan warga Desa Tarantang, Kabupaten Kampar ini, aset kebun yang dimiliki sudah habis terjual untuk meluruskan niatnya pergi ke Tanah Suci.

"Hasilnya nihil, banyak janji-janji yang diumbarnya dari tahun 2016 silam akan diberangkatkan Januari 2017. Untuk itu, kita hanya menginginkan uang kami kembali utuh," singkatnya.

Sementara ini, kasus yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kamis (4/1/2018) lalu, telah menemukan beberapa barang bukti yang ada keterkaitannya dengan kasus dugaan penggelapan ini. Diantaranya dokumen, promo di tahun 2016 dan kwitansi.

Sejauh ini, pihaknya telah menerima adanya laporan polisi (LP) pengaduan terkait kasus ini di Polda Riau sebanyak 153 orang, termasuk diantaranya 3 laporan perwakilan polisi.

Sebelumnya diberitakan, ratusan calon jamaah umroh yang menjadi korban dugaan penipuan dan hanya diberi janji-janji manis yang dilakukan oleh pemilik Travel Pentha, Johan, dan melaporkan ke Polda Riau, berharap dapat kejelasan hukumnya, Jumat (29/9/2017).

Dalam penggelapan dan penipuan calon jemaah umroh ini tercatat yang gagal tercatat sebanyak 708 jemaah karena dililit masalah keuangan mencapai lebih kurang jika dikonversi mencapai Rp12 miliar.(***)



r24/amri



Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru