riau24 Admin Grup Saracen Divonis 2 Tahun 8 Bulan | Berita Riau
Jumat, 27 April 2018

Vonis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru

Admin Grup Saracen Divonis 2 Tahun 8 Bulan

0
Sidang terhadap Harsono yang digelar di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Foto: Amri
Berita Riau -  Admin Grup Saracen Divonis 2 Tahun 8 Bulan
Riau24.com-Administrator Grup Saracen, Harsono, akhirnya divonis 2 tahun 8 bulan penjara. Vonis itu dijatuhkan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis 11 Januari 2018.

Dalam vonisnya, majelis hakim yang diketuai Martin Ginting, menetapkan Harsono terbukti bersalah melanggar Undang-Undang ITE.

Hal itu diungkapkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Sukatmini usai persidangan. "Udah vonis tadi, 2 tahun 8 bulan (penjara), ia terbukti bersalah melanggar UU ITE," ungkapnya.

Sukatmini menyebutkan majelis hakim menilai bahwa Harsono telah terbukti melanggar Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Harsono sendiri telah menjalani sidang perdana pada Senin (6/11/2017) lalu. Dalam dakwaannya, JPU menyebutkan terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarluaskan informasi mengenai Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA).

"Bahwa terdakwa Harsono pada bulan April 2015 sampai Agustus 2015 di suatu tempat di rumahnya Jalan Bawal, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, atau di suatu tempat yang di wilayah hukum Pengadilan Negeri Pekanbaru dengan sengaja dan tanpa hak telah menyebarkan informasi berbau SARA," ujar JPU ketika itu.

Pada bulan April hingga Agustus 2015, Harsono membuat sebuah postingan di akun Facebook miliknya dengan user name 'Harsono Abdullah'.

Dalam postingannya itu, Harsono memposting gambar Presiden Joko Widodo dan mengajak seluruh organisasi mahasiswa untuk bergabung dalam aksi serentak pada 20 Mei dengan agenda penurunan Jokowi sebagai presiden.

"Bahwa terdakwa dengan sengaja menunjukkan rasa kebenciannya berdasarkan diskriminasi. Menyebarluaskan di tempat umum yang dapat dilihat oleh orang umum," katanya.

Atas perbuatannya tersebut, Harsono didakwa dengan Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE atau Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka 1 UU RI Nomor 20 Tahun 2008 tentang Deskriminasi jo Pasal 156 KUHP dan Pasal 207 KUHP.

Di depan Majelis Hakim, terdakwa yang ditangkap di rumahnya pada tanggal 30 Agustus 2017 lalu mengakui perbuatannya tersebut. ***

R24/amri

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru