riau24 Sopir GoCar Pekanbaru Tewas Mengenaskan Setelah Lehernya Dijerat Tali | Berita Riau
Rabu, 15 Agustus 2018

Terungkap Dalam Rekonstruksi

Sopir GoCar Pekanbaru Tewas Mengenaskan Setelah Lehernya Dijerat Tali

0
Salah satu adegan dalam rekonstruksi yang memperlihatkan leher korban dijerat dengan tali dari belakang. Foto: amri
Berita Riau -  Sopir GoCar Pekanbaru Tewas Mengenaskan Setelah Lehernya Dijerat Tali
Riau24.com- Nasib yang dialami Ardhie Nurasan, memang tragis. Hasrat hati ingin mencari nafkah sebagai sopir GoCar di Kota Pekanbaru, namun nyawanya yang malah melayang. Ia tewas, setelah lehernya dijerat dengan tali oleh para pelaku.

Hal itu terungkap dalam rekonstruksi kasus yang digelar Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru dan Kejaksaan Negeri Pekanbaru. Rekonstruksi digelar di beberapa tempat kejadian perkara, Senin 12 Februari 2018.

Rekontruksi dimulai dari kontrakan yang dihuni keenam pelaku, yakni di Jalan Tri Tunggal V, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan. Dari enam tersangka pelaku, petugas hanya menghadirkan empat pelaku. Yakni VH, MT, LP, FS. Sedangkan dua tersangka lainnya, IS dan FM, hingga kini masih buron. Perannya kemudian diganti anggota Polisi.

Dalam rekonstruksi itu, terungkap bahwa para tersangka pada awalnya belum memiliki calon korban, yang akan dijadikan target. Namun setelah berdiskusi, mereka memutuskan calon korbannya adalah sopir GoCar.

Rencana pun dirancang. Mulai dari pembuatan akun GoCek palsu hingga eksekusi. Dari rekonstruksi itu juga diketahui, bahwa salah tersangka FS, memilik peran penting. Ia juga yang membagikan tugas masing-masing pelaku.

Setelah rencana dianggap matang, mereka kemudian berjalan kaki menuju lokasi karaoke Koro-Koro di Jalan Subrantas. Di tempat ini, sempat ada beberapa kali mobil yang datang. Namun karena tak cukup menampung mereka berenam, mereka menolak.

Mereka baru menerima setelah korban Ardhie datang dengan mobil Suzuki Jenis Ertiga warna putih. Dari Koro-Koro, mereka minta diantarkan ke tempat tujuan, yakni PO Medan Jaya di daerah Siak II.

Sesampainya di TKP ketiga, PO Medan Jaya, mereka berpura-pura menanyakan kedatangan bus dari Medan, tapi tidak ada bus yang dicari.

Selanjutnya, mereka minta dibawa ke simpang Jalan Riau Ujung. Di sebuah warung rokok (TKP keempat, red), para pelaku kembali memastikan rencana awal mereka.

Selanjutnya, mereka meminta korban kembali mengantar ke Koro-Koro. Namun saat mobil yang dibawa korban berada di depan Sekolah Dharma Yudha Jalan Soekarno Hatta (TKP kelima, red) mereka mulai melakukan eksekusi terhadap korban.

Sesuai dengan peran yang sudah diatur para pelaku, leher korban dijerat dengan menggunakan tali dari belakang. Saking kuatnya tarikan, tali tersebut pun sampai putus. Selanjutnya, korban dihabisi dengan menggunakan tangan.

Setelah korban tak berdaya, pelaku kemudian mengambil alih mobil Ardhie. Badannya kemudian dipindahkan ke bangku belakang. Ketika itu, sudah bisa dipastikan bahwa korban sudah tak bernyawa lagi.

Pihak keluarga korban yang ikut menyaksikan rekontruksi, tampak sangat geram dengan aksi para pelaku ini.

"Saya hanya bisa berharap para pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya, hukum mati mereka," tegas sang ayah sembari menangis.

Kasus ini sempat menarik perhatian publik, setelah jasad korban ditemukan sudah jadi tengkorak yang tidak utuh di wilayah Siak, Provinsi Riau. ***

R24/amri

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru