riau24 Masyarakat Tempuling di Indragiri Hilir Deklarasi Anti Hoaks | Berita Riau
Jumat, 14 Desember 2018

Dipusatkan Di Pondok Pesantren Daarul Rahman

Masyarakat Tempuling di Indragiri Hilir Deklarasi Anti Hoaks

0
Penandatangan deklarasi anti hoaks masyarakat Tempuling, Indragiri Hilir.
Berita Riau -  Masyarakat Tempuling di Indragiri Hilir Deklarasi Anti Hoaks
Riau24.com- INDRAGIRI HILIR-Masyarakat Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, menggelar deklarasi anti berita hoaks atau berita bohong. Langkah ini merupakan sebagai bentuk perlawanan terhadap massifnya berbagai informasi bermuatan SARA, yang disebar orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Aksi itu dinilai bisa menyebabkan perpecahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Deklarasi tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Daarul Rahman Jalan Provinsi, Kecamatan Tempuling, Selasa, 13 Maret 2018.

Hadir dalam kesempatan itu Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, SIK, MH, beserta beberapa Perwira di lingkungan Polres Indragiri Hilir, Camat Tempuling Ridwan, SSos, MSi, beserta Forkompincam Tempuling, Ketua MUI Kecamatan Tempuling H. Syamsuri, Pimpinan Ponpes Daarul Rahman Kyai Badrun Masran, SAg, Ketua PGI Indragiri Hilir Pdt R Hisar Hasugian, Perwakilan PMSTI Tembilahan Suwardi Apeng, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda se-Kecamatan Tempuling.

Dalam sambutannya, Kapolres Inhil mengatakan pihaknya menyambut baik pelaksanaan deklarasi anti hoaks ini. Menurutnya Hal ini sangat penting, berhubung saat ini sangat banyak masyarakat yang menggunakan media sosial.

"Berbagai informasi bertebaran, baik informasi yang sesuai fakta maupun yang hoaks. Berita hoaks yang kadang bermuatan SARA, yang disebarkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, berpotensi memecah belah keutuhan NKRI," terangnya.

Karena itu, Kapolres mengajak kepada semua pengguna medsos, agar bijak dan santun dalam menggunakan media sosial. "Kalau menerima informasi dan berita dari sebuah akun, jangan langsung dishare. Lakukan kroscek terlebih dahulu, sebelum dibagikan ke orang lain," tutur mantan Kapolres Manokwari itu.

Dukungan serupa juga dilontarkan Kyai Badrun Masran. Diakuinya, selama berada di lingkungan pesantren, para santri tidak diperkenankan memakai HP. Tapi pengasuh tidak bisa membatasi santrinya, bila sudah berada di luar.

"Untuk itu, pimpinan dan ustad pengasuh selalu mengingatkan kepada santrinya, agar saat menggunakan dan menerima informasi di medsos, selalu bertabayyun," harapnya.

Dalam kesempatan ini, dibacakan Pernyataan Deklarasi Anti Hoaks, yang diikuti seluruh hadirin. Pernyataan itu antara lain berbunyi bahwa masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir menolak setiap orang yang dengan sengaja menyebarkan informasi, yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian, atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu, berdasarkan atas Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA). Pernyataan tersebut kemudian ditandatangani semua yang hadir, termasuk dari santri Daarul Rahman.

Dengan deklarasi ini diharapkan masyarakat, dapat mengunakan secara positif, produktif, cerdas, dan bisa mengedukasi masyarakat dengan menyampaikan berbagai informasi yang benar dan tidak menjadi penyebar hoaks. ***

R24/rgo

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru