Kamis, 24 April 2014
Pabrik Karet Pekanbaru Diminta Pindah Lokasi
0
Pabrik Karet Pekanbaru Diminta Pindah Lokasi
Pekanbaru,(Riau24)--- Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, meminta pimpinan pabrik karet di Jalan Nelayan, Kelurahan Sri Meranti, untuk pindah ke Kelurahan Muara Fajar karena lokasi perusahaan itu sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini.

"Kami sudah beberapa kali mengirim surat kepada pimpinan pabrik karet tapi tidak ditangapi serius," kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT di Pekanbaru, Selasa.

Menurut dia, alasan pimpinan pabrik karet itu tidak bersedia pindah karena buruh keberatan bila lokasinya jauh dari rumah mereka.

Pernyataan tersebut terkait dengan sejumlah warga di Kecamatan Rumbai dan Kecamatan Rumbai Pesisir meminta pemerintah setempat untuk merelokasi pabrik karet di Jalan Nelayan.

Firdaus mengatakan bahwa pihaknya sudah tiga kali melayangkan surat kepada pimpinan perusahaan agar pindah dengan kesadaran sendiri.

Keberadaan pabrik tersebut juga sudah tidak sesuai dengan tata ruang kota karena berada di lingkungan padat penduduk.      

Ia berharap, dengan penuh kesadaran, pimpinan memindahkan ke Kelurahan Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, sekitar 20 km arah utara Kota Pekanbaru.

Bahkan, perusahaan yang berdiri sejak 45 tahun lalu itu pada waktu tertentu mengeluarkan bau tidak sedap yang keluar dari cerobong pabrik.

Selain itu, warga yang melintas dekat pabrik tersebut di Jalan Yos Sudarso Rumbai dan Jalan Nelayan mencium bau busuk bila sore hari.

Demikian pula, keberadaan pabrik itu berbatasan langsung dengan Sungai Siak, dianggap melanggar garis sepadan sungai.

Bahkan, hasil pengolahan karet itu juga dibuang ke sungai terbesar di Pekanbaru sehingga airnya sudah tercemar.(R24/Fes/antarariau)

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     
riau24_xkfvl_660.jpg
Orang nomor satu di Provinsi Riau Anas Maamun, sebelum menjabat Gubernur Riau dirinya telah membuat suatu program dan berjanji untuk mensejahtrakan rakyat Riau, bahkan APBD Riau 2014 juga ingin dirubahnya karena Gubernur menilai tidak menyentuh rakyat.
riau24_j2mgg_640.jpg
Bangunan kos-kosan 70 Pintu yang terletak di Jalan Puyuh Kelurahan Kampung Melayu Kecamatan Sukajadi, dianggap tidak menaati aturan.
riau24_ptdmv_657.jpg
Tak seperti vagina, anus atau dubur memang tidak dipersiapkan untuk berhubungan seksual. Akibatnya, kebiasaan melakukan seks anal bisa menimbulkan bahaya kesehatan, mulai dari infeksi hingga kanker anus.
riau24_hgbwe_644.jpg
Saat ini ditengah hiruk pikuk pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia, penulis mencoba mengamati secara sederhana beragam metode kampanye yang dilakukan dan dapat dilakukan oleh para kontestan pemilu yang akan bertarung memperebutkan hati rakyat
riau24_6eylt_659.jpg
Tepat di hari Senin, tanggal 21 April 2014, bertepatan dengan peringatan hari Bumi, hotel-hotel yang tergabung dalam grup Accor International serentak menghelat kegiatan peduli lingkungan dengan penanaman pohon.
riau24_9hrue_658.jpg
Meski cenderung berkembang lebih lambat dibanding jenis kanker yang lainnya, bukan berarti tidak ada gejala-gejala yang ditunjukkan ketika seseorang mengidap kanker tiroid.
riau24_jlzvy_641.jpg
Entah seperti apa penanganan kabut asap di Riau ini. Setelah sempat menghilang beberapa minggu, kini mulai udara mulai dipenuhi asap, meski masih dengan intensitas rendah.
riau24_q2bc6_642.jpg
Sudah tidak asing lagi bagi kita mendengar kata Angkringan. Tempat nongkrong yang menyediakan makanan dan minuman dikala malam hari ini, menjadi ikon bagi Daerah di Pulau Jawa.
  • Subscribe

    untuk mendapatkan berita terbaru

Baca

Versi mobile Riau24 disini

m.Riau24.com