riau24 Kejati Panggil Anggota Komisi V DPRD, Terkait Korupsi Dispora Riau 21 Miliar | Berita Riau
Kamis, 19 Juli 2018

KORUPSI

Kejati Panggil Anggota Komisi V DPRD, Terkait Korupsi Dispora Riau 21 Miliar

0
Foto : ilustrasi
Berita Riau -  Kejati Panggil Anggota Komisi V DPRD, Terkait Korupsi Dispora Riau 21 Miliar
Riau24.com- Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau memanggil anggota Komisi V DPRD Riau, Muhammad Adil yang menjadi saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Riau.

Pemanggilan M. Adil, Rabu, 11 April 2018 Siang kemarin, terkait adanya penambahan anggaran kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana olahraga pada Dispora sebesar 21 Miliar.

Disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan terhadap M Adil. Menurutnya pemeriksaan itu terkait dugaan korupsi di Dispora Riau.

"Perkara korupsi di Dispora ini menjadi salah satu fokus Penyidik untuk diselesaikan," kata Muapidauan.

Ia juga menyebutkan proses penyidikan ini masih bersifat umum, dan belum menetapkan tersangka yang diduga sebagai pihak yang bertanggungjawab dalam perkara ini. 

"Jika semua saksi dan barang bukti berhasil dikumpulkan, Penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka," pungkas Muspidauan, Kamis 12 April 2018 pagi.
 
Sejak perkara ini ditingkatkan ke penyidikan dua bulan lalu, sejumlah saksi sudah dipanggil untuk memperkuat bukti-bukti adanya tindak pidana korupsi.

Dari lnformasi yang dihimpun, para pihak yang telah dimintai keterangan, antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau, Rahmad Rahim, Kepala Dispora, Doni Aprialdi, mantan Kepala Dispora Riau, Edi Yusti, dan Mislan yang saat itu menjabat Kepala Bidang (Kabid) di Dispora Riau sekaligus sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek tersebut, serta belasan rekanan pengerjaan proyek.

Untuk diketahui, dugaan penyimpangan itu terjadi pada kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana olahraga pada Dispora Riau dengan menggunakan dana dari APBD Riau TA 2016, sebesar Rp21 miliar. Perkara ini ditingkatkan ke penyidikan pada Februari 2018 lalu. 

Penanganan perkara ini merupakan  tindaklanjut temuan BPK terhadap proyek di Dispora Riau. BPK menemukan penyimpangan sebesar Rp3,5 miliar pada proyek  sarana dan prasarana di Dispora Riau tahun 2016. 

Dalam proyek tersebut ditemukan adanya kekurangan volume kerja dan kelebihan bayar. Diyakini, proyek itu menimbulkan potensi kerugian negara yang cukup besar.

R24/amri
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru