riau24 Dua Terdakwa Korupsi Perjalanan Fiktif Bapenda Riau Divonis 2 Tahun | Berita Riau
Kamis, 19 Juli 2018

KORUPSI

Dua Terdakwa Korupsi Perjalanan Fiktif Bapenda Riau Divonis 2 Tahun

0
Foto : internet
Berita Riau -  Dua Terdakwa Korupsi Perjalanan Fiktif Bapenda Riau Divonis 2 Tahun
Riau24.com- Dua terdakwa kasus pemotongan anggaran atau dana perjalanan dinas serta membuat Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif, Deliana dan Deyu di vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Majelis hakim PN Tipikor Pekanbaru menjatuhkan vonis selama 1 tahun dan 8 bulan (20 bulan) terhadap mantan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pengeluaran Bapenda Riau, Deyu, dalam kasus pemotongan anggaran atau dana perjalanan dinas serta membuat Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif.

Sementara terdakwa Deliana, mantan Sekretaris Bapenda Riau divonis selama 1 tahun dan 2 bulan (14 bulan) oleh Majelis Hakim yang dipimpin Suhanuddin. SH. Rabu, 11 April 2018 lalu.

Majelis hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Kedua terdakwa juga harus membayar denda sebesar Rp50 juta, Atau subsider selama satu bulan penjara," kata hakim.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Amin SH  menyatakan kedua tersangka mengatakan akan pikir ulang (ajukan banding) atas vonis tersebut.

Sebelumnya, JPU menuntut Deyu jaksa selama 2,5 tahun penjara. Kemudian, Deliana dituntut selama 1,5 tahun penjara.

Deyu dan Deliana dihadirkan Jaksa ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru atas perkara tindak pidana korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif. Perbuatan kedua pejabat di lingkungan Pemprov Riau tersebut terjadi tahun 2015 lalu. 

Keduanya didakwa telah membuat SPPD fiktif dengan cara melakukan pemotongan dana perjalanan dinas sebesar 5 persen, dan tahun 2016 sebesar 10 persen.

Modus penyelewengan atau penyimpangan dana perjalanan dinas tersebut. Kedua terdakwa membuat, mengeluarkan dan mencairkan dana perjalanan dinas keluar daerah.

Namun, kegiatan perjalanan dinas tersebut tidak ada. Kemudian ada lagi modus terdakwa yaitu, kegiatan perjalanan dinas dua orang tapi SPPD lima dan ada juga uang dikeluarkan akhir tahun tapi tak digunakan. Sehingga negara dirugikan sebesar Rp1,3 miliar

R24/amri
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru