riau24 Koalisi AS Bombardir Suriah, Rusia Desak PBB Bersidang | Berita Riau
Selasa, 11 Desember 2018

Konflik Suriah

Koalisi AS Bombardir Suriah, Rusia Desak PBB Bersidang

0
Detik -detik Amerika dan sekutunya membombardir Suriah
Berita Riau -  Koalisi AS Bombardir Suriah, Rusia Desak PBB Bersidang
Riau24.com- Rusia meminta Dewan Keamanan PBB menggelar sidang pasca Amerika Serikat (AS) bersama sekutunya membombardir rezim Suriah Bashar al-Assad. Pada Jumat 13 April 2018 malam.
 
Hal ini diminta karena ditakutkan memicu perang dengan skala lebih luas, terutama antara AS dan sekutunya vs aliansi yang mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, yakni Rusia dan Iran. Namun sebagian pakar menduga serangan tersebut tidak akan berujung pada perang multinegara. 
 
Operasi militer gabungan AS, Inggris, dan Prancis menyasar target strategis seperti fasilitas produksi, gudang, dan uji coba senjata kimia di Damaskus dan Homs, Suriah. Namun serangan itu bisa dibilang tidak sepenuhnya berhasil karena 71 dari 103 misil yang diluncurkan bisa ditangkis sistem antiudara S-125 dan S-200 milik Suriah. 
 
Berdasarkan sumber dari Kemhan AS, serangan itu di lakukan melalui udara dan laut, yaitu melalui pesawat bomber B-1 dan kapal induk meski tidak diketahui kapal induk yang mana. Adapun Inggris menerjunkan empat pesawat tempur Tornado RAF dari pangkalan udara di Siprus yang meluncurkan delapan misil Storm Shadow. 
 
AS, Inggris, dan Prancis merasa perlu mengambil aksi militer karena Suriah dituduh telah melewati garis merah. Koalisi pimpinan AS itu menuduh Pemerintah Suriah melakukan serangan senjata kimia hingga menewaskan 85 warga sipil pada 7 April. 
 
Serangan tersebut tidak berlangsung lama. Pada pagi kemarin, AS, Inggris, dan Prancis menyatakan operasi militer di Suriah telah berakhir. Trump juga mengatakan misi selesai. Namun dia mengingatkan, AS mengancam akan kembali melakukan serangan serupa apabila Pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia itu lagi. 
 
“Kami akan siap melakukannya sampai rezim Suriah berhenti menggunakan agen kimia terlarang,” kata Trump. Dilansir dari Sindonews Minggu 15 April 2018.
 
Adapun Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, mengatakan serangan tersebut hanyalah simbol peringatan. 
 
Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May menggambarkan serangan itu sebagai sesuatu yang terbatas dan terkoordinasi dengan target yang sudah ditentukan tanpa ada maksud menggulingkan Assad atau turut campur lebih luas dalam perang sipil di Suriah. Dia mengizinkan aksi militer itu karena senjata kimia harus di hapus. 
 
May pun mengecam Rusia yang dinilainya gagal menghentikan Assad dalam menggunakan gas beracun. Presiden Prancis Emmanuel Macron juga yakin Pemerintah Suriah merupakan dalang dibalik serangan senjata kimia di Douma pada pekan lalu. Douma merupakan wilayah yang masih dikuasai kelompok antipemerintah sejak perang pecah. 
 
Sementara itu serangan AS dan sekutunya kemarin itu tak menyiutkan sedikit pun nyali Presiden Suriah Bashar al-Assad. Assad yang pergi ke kantornya pada pukul 09.00 mengatakan serangan koalisi pimpinan AS memperkuat kelompoknya untuk terus berjuang melawan kelompok pemberontak. 
 
“Agresi ini hanya meningkatkan determinasi Suriah dan rakyatnya un tuk menumpas terorisme di setiap inci negara ini,” tandas Assad dikutip dari cnn.com. (***)
 
 
R24/iko


Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru