riau24 Tradisi Kenduri Kue Apam, Pertanda Bulan Suci Ramadhan Segera Datang | Berita Riau
Selasa, 18 Desember 2018

Di Kalangan Melayu Siak

Tradisi Kenduri Kue Apam, Pertanda Bulan Suci Ramadhan Segera Datang

0
Plh Sekda Siak H Jamaluddin menyampaikan sambutan/lin
Berita Riau -  Tradisi Kenduri Kue Apam, Pertanda Bulan Suci Ramadhan Segera Datang
Riau24.com - Kenduri kue apam merupakan tradisi di kalangan masyarakat Melayu Siak pada masa lampau, tradisi kenduri kue apem ini dibuat masyarakat Melayu Siak juga dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di akhir bulan Rajab.

Hal ini dikatakan Ketua Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Kabupaten Siak H Wan Said saat menyampaikan sekapur sirih pada acara Kenduri Kue Apam (Kenduri Kecik) kegiatan ini juga sekaligus memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di halaman Balai Kerapatan LAM Kecamatan Mempura Kampung Tengah, Senin 16/04/2018.

“Dulu di kalangan masyarakat Melayu Siak masa itu setiap bulan Rajab warga melakukan kenduri kue apam atau kenduri kecik namanya. Kendurinya di lakukan hanya pada rumah warga saja, yang tujuannya selain sudah menjadi tradisi turun temurun, kenduri itu mengundang tetangga sekitar untuk membacakan doa selamat bagi keluarga yang sudah meninggal, juga mendoakan tuan rumah agar sehat dalam menyambut bulan puasa. Biasanya kenduri ini dibuat bertanda bulan Ramadhan akan datang,” terang Wan Said.

Dijelaskan Wan Said, pada zaman itu kue apam merupakan sajian khas yang telah diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat zaman dahulu. Di jadikannya kue apam sebagai menu utama kenduri, karena pada masa itu tak ada pemakan lain untuk diolah masyarakat kampung yang kebanyakan bermata pencarian berladang padi.

Tentu memiliki beras yang cukup untuk segera ditumbuk dijadikan tepung yang tentunya salah satu bahan utama untuk membuat kue apam. Termasuk juga sagu menjadi makanan khas di zaman itu.

"Kenduri yang kita lakukan saat ini, dulu diadakan setiap bulan Rajab tiba, dan masyarakat membuat biasanya seusai shalat Jumat yang mengundang tetangga ke rumah, untuk membacakan doa. Pada zaman dulu orang payah cari makanan, kita harus kreatif membuat makanan sendiri, kalau tidak kreatif tidak makan, bukan seperti sekarang ada duit semua bahan untuk buat kue tinggal beli, karena tersedia,” tutur Wan Said.

Tambah kata Wan Said, sebenarnya selain tradisi kenduri kue apam ada juga kenduri nasi yang biasanya masyarakat melaksanakannya setiap bulan bulan Sya’ban. Kenduri nasi ini di laksanakan bagi orang yang memiliki kelebihan rezki di berikan kepada masyarakat yang tidak mampu.

"Kemudian ada tradisi masak bubur asyuro ini semua merupakan tradisi turun temurun yang di lakukan oleh nenek moyang kita dahulu, yang menurut mereka ada kaitan erat dengan perinatan hari-hari besar umat Islam. Namun dengan berjalannya waktu semua tradisi itu mulai hilang sehingga negerasi muda melayu saat ini tidak mengetahui tradisi yang di bawa oleh para leluhurnya,” pungkas Wan Said.

Hal senada juga disampaikan oleh Plh Sekda Siak H Jamaluddin, tradisi yang dilaksanakan ini merupakan tradisi orang orang tua dulu, namun berjalanya waktu tradisi ini hilang akibat perkembangan zaman.

"Namun ini merupakan kasanah daerah kita yang harus kita lestarikan, Sesuai komitem pimpinan kita Pemerintah Daerah saat ini sedang mempromosikan pariwisata religi Kabupaten Siak," paparnya.

Acara yang berlangsung meriah itu selain dihadiri oleh Plh. Sekda Siak H. Jamaluddin, juga tampak hadir tokoh LAMR Kabupaten Siak, tokoh masyarakat, para kepala kampung se Kecamatan Mempura serta ratusan sisiwa SD dan SMP yang ada di Kecamatan Mempura.(***)



R24/lin

 


Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru