riau24 Guru Honorer Harus Sandang Strata 1, PGRI Siap Perjuangkan Hak Guru | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Disdik Rohil Sudah Beri Waktu 5 Tahun

Guru Honorer Harus Sandang Strata 1, PGRI Siap Perjuangkan Hak Guru

0
Kepala Dinas Pendidikan Rohil, Amiruddin
Berita Riau -  Guru Honorer Harus Sandang Strata 1, PGRI Siap Perjuangkan Hak Guru
Rohil-Riau24.com-Sekitar 30 persen guru di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) termasuk guru honorer yang mengajar di sekolah-sekolah belum menamatkan pendidikan Strata 1. Khusus bagi guru honorer situasi ini bakal memperpanjang deretan pengangguran di Rokan Hilir. Pasalnya, pemerintah akan mengharuskan seorang guru menyandang Strata 1.

Konon, kebijakan agar guru honorer wajib menyandang pendidikan Strata 1 akan diberlakukan mulai 1 Januari 2016 berdasarkan Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru. Jadi tidak ada alasan bagi guru yang belum S1 untuk menuntut hak gaji jika sampai pada waktunya belum Strata 1.

Sebelumnya pemerintah telah memberi tugas meningkatkan kualifikasi guru yang belum sarjana selama sepuluh tahun. Dengan demikian, deadline pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan guru jatuh pada tahun 2015 ini. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Rohil H Agustiar S.Ag sebelumnya.

Pihak Kemenag Rohil mengaku telah memberikan tenggang waktu cukup panjang bagi para guru Tsanawiyah untuk bisa mendapatkan Strata S1 dengan memberikan izin belajar. "Semenjak peraturan nomor 14 tahun 2005 ini diberlakukan. Kita sudah menyampaikan kepada guru-guru Tsanawiyah dan meminta mereka untuk kuliah. Waktu yang diberikan kan cukup lama, namun jika masih ada juga guru yang belum S1 maka risikonya dia sendiri yang akan menerimanya," kata Agustiar,Kepala Kemenag Rohil.

Hal itulah yang akan diberlakukan pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah. "Jujur kita tidak bisa berbuat apa -apa mengenai aturan itu. Kalau memang guru yang bersangkutan tidak S1 maka kita tentunya tidak akan menyalurkan tersebut walau mereka berhak menerima. Inikan aturan dan kita wajib mentaatinya dan saya berharap guru yang belum S1 tidak kecewa nantinya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Rohil, Amiruddin ketika dihubungi wartawan memberi penjelasan terkait halnya keberadaan tenaga pengajar atau honorer di Rohil mengatakan, sekitar 30 persen dari jumlah guru di Rohil masih belum Strata 1 (S1). Meskipun demkian, terang Amirudin, saat ini juga mereka para guru honorer itu masih melakukan studi untuk pencapaian S1 dengan sistem kuliah luar. "Saat ini memang masih ada Guru Honor kita yang masih lulusan SMA,sekitar 30 persen, tapi mereka juga sedang kuliah," kata Amiruddin.

Pemkab Rohil melalui Dinas Pendidikan melakukan kerjasama dengan Kampus Universitas Riau (Unri) guna menyikapi keberadaan sejumlah guru honor yang masih belum memiliki ijazah S1. Hal ini juga perlu dilakukan mengingat pentingnya tenaga pengajar lulus Kualifikasi dan Verifikasi Guru pengajar. "Mulai saat ini kita targetkan lima (5) tahun mendatang semua Guru di Rohil sudah sarjana," ujar Amiruddin, Sabtu (19/9/2015) di bagansiapiapi.

Berbeda dengan Kadisdik, Ketua PGRI Rohil, Zulkifli berpendapat tak akan mungkin itu terjadi bahwa guru honorer yang belum menyandang strata 1 tidak mendapatkan gaji pada 2016 mendatang. "JIka terjadi, PGRI Rohil tak tinggal diam, kita siap menuntut kalau hal itu terjadi. Oleh karena guru honorer di daerah sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah mensarjanakannya. PGRI siap berjuang membela nasib guru tersebut," kata Zulkifli Via BBM. R24/mrd/syofyan
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru