riau24 Berkas P21 di Kejaksaan Bengkalis, WNA Asal China Segera Disidangkan | Berita Riau
Sabtu, 18 Agustus 2018

Kasus Penyalahgunaan Izin Tinggal

Berkas P21 di Kejaksaan Bengkalis, WNA Asal China Segera Disidangkan

0
Penangkapan WNA asal China oleh Imigrasi Bengkalis saat memberikan keterangan pers/hari
Berita Riau -  Berkas P21 di Kejaksaan Bengkalis, WNA Asal China Segera Disidangkan
Riau24.com - Berkas perkara dugaan penyalahgunaan izin tinggal, dua tersangka Warga Negara Asing (WNA) asal China, inisial ZS (52) dan ZY (27) yang ditangkap pihak Imigrasi II Bengkalis beberapa waktu lalu, kini telah lengkap  P21 (lengkap).

Pihak Imigrasi Kelas II Bengkalis telah menyerahkan kedua tersangka tersebut ke Kejari Bengkalis, bagian Pidana Umum (Pidum).

Disampaikan Kajari Bengkalis Heru Winoto melalui Kasi Pidum Iwan Roy Carles membenarkan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan penyusunan tuntutan terhadap kedua tersangka tersebut, untuk di sidangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis.

“Kemarin dua tersangka dan sejumlah barang bukti sudah diserahkan ke kita, apabila penyusunan tuntutan sudah siap, pada pekandepan akan kita langsung limpahkan ke PN Bengkalis untuk disidangkan,"ungkap Iwan Roy Carles kepada sejumlah wartawan, Rabu 16 Mei 2018.

WNA asal negara China ini, diamankan petugas Imigrasi Bengkalis, lantaran diduga melakukan pelanggaran izin tinggal, dengan menjual es krim di jalan Kelapapati Laut, kecamatan Bengkalis.

Keduanya diamankan petugas Imigrasi, pada hari Minggu (18/03/18) lalu, lantaran salah satu tersangka ZS, hanya mengantongi izin melancong, namun dia diindonesi bekerja menjual es krim di Bengkalis. Dan anaknya ZY melakukan pembiaran ayahnya bekerja menjual es krim tersebut.

Sedangkan ZY memang sudah mengantongi izin bekerja, namun tempat kerjanya hanya dilokasi Kota Pekanbaru, namun kejadiannya tersangka ZY tersebut menjual es krim di Kota Bengkalis bersama ayahnya ZS di ruko jalan Kelapapati Laut.

Atas pelanggaran tersebut, pihak Imigrasi Bengkalis menjerat kedua tersangka dengan pasal 122 huruf a dan b tentang keimigrasian, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda masing-masing 500 juta rupiah.(***)



R24/hari


Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru