riau24 Gugatan Pemohon Dikabulkan, Polda Riau Kalah Praperadilan | Berita Riau
Selasa, 18 Desember 2018

Status Tersangka Alzami Tak Sah

Gugatan Pemohon Dikabulkan, Polda Riau Kalah Praperadilan

0
Foto : Istimewa
Berita Riau -  Gugatan Pemohon Dikabulkan, Polda Riau Kalah Praperadilan
Riau24.com- Polemik kisruh kepemilikan alat berat yang terjadi antara Alzami yang  dilaporkan abang kandungnya, Aznur Affandi ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau atas tuduhan melakukan penggelapan alat berat pada Desember 2017 lalu.

Dimana Aznur yang merupakan anak ketiga Hj Zawyah menyebutkan alat berat itu adalah miliknya yang dibeli atas nama anaknya, Silvia Roza.

Dan hanya dalam waktu dua bulan, yakni pada akhir Februari 2018, Alzami ditetapkan jadi tersangka. Tidak terima  atas penetapan tersebut, dia mempraperadilankan Polda Riau ke PN Pekanbaru.

Setelah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, tepat pada Rabu, 16 Mei 2018 petang Hakim PN Pekanbaru mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan Alzami kepada Polda Riau.

Hakim tunggal Riska Widiana, dalam pertimbangannya menyebutkan penyidikan yang dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau inkonsisten.

 "Dalam gelar perkara dengan keterangan saksi-saksi yang diperiksa dan dibuatkan Berita Acaranya tidak ada menyebutkan mengenai pasal yang dituduhkan kepada pemohon yaitu Pasal 365, 368 dan 372 KUHP," kata Riska. 

Alat bukti yang disita juga tidak berkesesuaian dengan pasal yang disangkakan. 

"Hal itu menyebabkan proses penyidikan tidak sah yang berakibat tidak sahnya penetapan tersangka oleh termohon (Polda)," ucap Riska dalam amar putusannya, Rabu 16 Mei 2018 petang.

Kuasa hukum Alzami,  Aditia Bagus Santoso, didampingi, Andi Wijaya Samuel Sando Giardo Purba dan Jhon Tua dari  Lembaga Bantuan Hukum Pekanbaru menyambut baik putusan amar tersebut.

"Kita apresiasi putusan yang berkeadilan ini," ujar Aditia Bagus Santoso diamini kuasa hukum lainnya.

Aditia menyebutkan, putusan ini jadi preseden baik bagi proses penegakkan hukum, khususnya proses penyelidikan dan penyidikan di kepolisian. 

"Semoga ke depannya penyidik di Polda Riau dapat bekerja dengan lebih baik lagi demi keadilan,” harap Aditia.

Aditia menyebutkan kasus  ini adalah masalah keluarga dan tidak seharusnya ditingkatkan ke penyidikan.

"Perkara bisa diselesaikan secara kekeluargaan karena tidak hanya melibatkan korban (Alzami) tapi juga saudara dan orangtua kandungnya," kata Aditia.

Putusan ini berdasarkan hasil persidangan saksi yang sebelumnya sudah dilaksanakan, dimana para saksi Hj Zawyah dan saudara-saudara Aznur menyebutkan tidak ada penggelapan dan perampasan alat berat dilakukan Alzami.

Mereka menyatakan, alat berat itu milik keluarga dan dipercayakan kepada Alzami untuk mengelola perkebunan milik keluarga di Desa Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir.

Zawyah juga melarang Aznur mengambil alat berat tersebut dari perkebunan karena itu milik keluarga besar. 

"Itu harta saya, milik keluarga,"  kata Zawyah di PN Pekanbaru, baru-baru ini.

Alat berat itu dibeli tahun 2009 lalu. Sebelum dibeli, terlebih dahulu dilakukan musyawarah dengan keluarga. 

"Aznur mengatakan, kita butuh alat berat untuk mengelola kebun. Disetujui, akhirnya Aznur pergi membeli," kata Rusnarwati, adik Aznur.

Tidak hanya alat berat, pembelian aset lainnya juga dilakukan secara musyawarah. Setelah dibeli Aznur, bukti-bukti pembelian dipegang olehnya.

"Karena kita kan satu keluarga, maka dipercayakan kepadanya," kata Rusnarwati.

Dijelaskan para saksi, Aznur memang dipercaya mengelola keuangan perusahaan dari hasil kebun. Sementara pengelola di lapangan adalah Alzami yang merupakan anak kelima Zawyah.

Selama ini, kata Zawyah, tidak ada masalah dalam pengelolaan keuangan maupun perkebunan. Aznur juga tidak pernah mempermasalahkan kalau dirinya pemilik alat berat tersebut.

Namun pada Agustus 2017, Aznur datang dan menyebutkan semua harta adalah miliknya, termasuk alat berat dibeli atas nama anaknya, Silvia Rosa.***
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru