Kamis, 24 April 2014
Awas! Modus Baru Uang Palsu
0
FOTO R24/iNA
Awas! Modus Baru Uang Palsu
Riau24.com - Menjelang lebaran 1434 H, jumlah uang kartal yang beredar di wilayah Kantor Perwakilan Wilayah BI Purwokerto atau eks karesidenan Banyumas meningkat. Untuk itu, masyarakat diimbau waspada uang palsu. Hingga akhir Juni 2013, jumlah uang palsu yang dilaporkan sejumlah 1.298 lembar. Terdiri pecahan Rp 100 ribu sejumlah 837 lembar, pecahan Rp 50 ribu sejumlah 443 lembar dan pecahan Rp 20 ribu sejumlah 9 lembar. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2012 (3.168 lembar).

"Modus uang palsu dengan cetak printing itu biasa. Sekarang ada lagi yang baru dan populer. Yaitu uang asli dibelah jadi dua, lalu disambung lagi dengan palsu. Jadi separo asli-separo palsu," kata Kepala Kantor Perwakilan Wilayah BI Purwokerto Rahmat Hernowo.

Dikatakan, cara penipuan oleh pencetak uang palsu dengan modus belanja ke masyarakat. Uang itu dilipat jadi dua. Kebanyakan sisi separo yang asli diatas dan separo bawah adalah uang palsu. Banyak sekali kemiripan dalam uang palsu jenis ini karena modelnya dengan dilipat.

"Kalau dalam situasi ramai, pedagang bisa asal menerima uang tersebut. Tapi saya imbau, kalau menerima pembayaran uang yang dilipat, lebih baik diluruskan dulu. Dengan pura-pura meluruskan, kan bisa dilihat, diraba dan diterawang," katanya.

Sementara realisasi penarikan uang pecahan kecil yang ditukar masyarakat sampai Kamis (25/7) sudah mencapai Rp 692 miliar atau baru 34 persen dari total yang disediakan Kantor Perwakilan BI Purwokerto. Menjelang lebaran 1434 H, BI sudah menyiapkan uang pecahan sebesar Rp 2,7 triliun.

"Angka ini muncul setelah 16 hari penukaran dibuka. Diprediksi mendekati hari H, semakin banyak yang menarik (menukar pecahan kecil)," kata Rahmat bersama Deputi Kepala Perwakilan Fadhil Nugroho.

Rahmat menjelaskan, penukaran tidak hanya dilakukan di kantor BI. Melainkan bisa di seluruh bank di wilayah Karesidenan Banyumas. Sehingga, kata dia, masyarakat tidak perlu berbondong-bondong ke BI. Dari pendataan di tiap bank di wilayah BI Purwokerto, rata-rata per hari ada 230 orang yang menukarkan uang pecahan kecil.

"Kalau ada informasi orang menjual jasa penukaran uang di jalanan. Silakan diinformasikan ke BI. BI mengimbau agar penukaran tetap di bank-bank yang ada,"  ujarnya.

Pengalamannya mengatakan, penukaran uang di jasa perorangan di jalanan kerap merugikan masyarakat. Selain perbandingan 10 banding 9, juga rawan disisipi uang palsu. BI masih akan melayani penukaran uang sampai 4 Agustus. Sebab pelayanan kepada masyarakat umum ditutup pada tanggal 5 Agustus. (R24/ina/jppn)

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     
riau24_xkfvl_660.jpg
Orang nomor satu di Provinsi Riau Anas Maamun, sebelum menjabat Gubernur Riau dirinya telah membuat suatu program dan berjanji untuk mensejahtrakan rakyat Riau, bahkan APBD Riau 2014 juga ingin dirubahnya karena Gubernur menilai tidak menyentuh rakyat.
riau24_j2mgg_640.jpg
Bangunan kos-kosan 70 Pintu yang terletak di Jalan Puyuh Kelurahan Kampung Melayu Kecamatan Sukajadi, dianggap tidak menaati aturan.
riau24_ptdmv_657.jpg
Tak seperti vagina, anus atau dubur memang tidak dipersiapkan untuk berhubungan seksual. Akibatnya, kebiasaan melakukan seks anal bisa menimbulkan bahaya kesehatan, mulai dari infeksi hingga kanker anus.
riau24_hgbwe_644.jpg
Saat ini ditengah hiruk pikuk pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia, penulis mencoba mengamati secara sederhana beragam metode kampanye yang dilakukan dan dapat dilakukan oleh para kontestan pemilu yang akan bertarung memperebutkan hati rakyat
riau24_6eylt_659.jpg
Tepat di hari Senin, tanggal 21 April 2014, bertepatan dengan peringatan hari Bumi, hotel-hotel yang tergabung dalam grup Accor International serentak menghelat kegiatan peduli lingkungan dengan penanaman pohon.
riau24_9hrue_658.jpg
Meski cenderung berkembang lebih lambat dibanding jenis kanker yang lainnya, bukan berarti tidak ada gejala-gejala yang ditunjukkan ketika seseorang mengidap kanker tiroid.
riau24_jlzvy_641.jpg
Entah seperti apa penanganan kabut asap di Riau ini. Setelah sempat menghilang beberapa minggu, kini mulai udara mulai dipenuhi asap, meski masih dengan intensitas rendah.
riau24_q2bc6_642.jpg
Sudah tidak asing lagi bagi kita mendengar kata Angkringan. Tempat nongkrong yang menyediakan makanan dan minuman dikala malam hari ini, menjadi ikon bagi Daerah di Pulau Jawa.
  • Subscribe

    untuk mendapatkan berita terbaru

Baca

Versi mobile Riau24 disini

m.Riau24.com