riau24 Intelijen Ketakutan, Rudal Hipersonik Buatan Rusia Ini Bisa Hancurkan Amerika 2020 | Berita Riau
Senin, 17 Desember 2018

Senjata Militer

Intelijen Ketakutan, Rudal Hipersonik Buatan Rusia Ini Bisa Hancurkan Amerika 2020

0
Ilustrasi
Berita Riau -  Intelijen Ketakutan, Rudal Hipersonik Buatan Rusia Ini Bisa Hancurkan Amerika 2020
Riau24.com- WASHINGTON - Rudal hipersonik Kinzhal milik Rusia akan siap digunakan untuk pertempuran mulai awal tahun 2020. Menurut kajian intelijen Amerika Serikat, Washington tidak bisa bertahan dan melawan senjata hipersonik tersebut.

Laporan intelijen Amerika Serikat ini diungkap CNBC dan dilansir sindonews, Sabtu (14/7/2018), yang mengutip sejumlah sumber yang memperoleh data tersebut.

Menurut sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya, Rusia berhasil menguji coba rudal hipersonik air-to-surface sebanyak tiga kali. Tes terbaru rudal hipersonik Kinzhal berhasil dilakukan Rusia awal bulan ini terhadap target yang berjarak hampir 800 mil.

Kinzhal secara harfiah bermakna belati. Rudal hipersonik Kinzhal merupakan salah satu senjata terbaru Rusia yang diumumkan Putin dalam pidato kenegaraan Maret lalu. Senjata itu memicu kekhawatiran atas pecahnya perlombaan senjata.

Laporan intelijen itu mencatat bahwa rudal jelajah hipersonik Rusia sudah diuji coba 12 kali pada jet tempur MiG-31. Namun, militer Moskow saat ini sedang bekerja untuk menerapkan senjata berbahaya itu pada pesawat pembom strategis.

Bocoran laporan intelijen Amerika ini muncul ketika Presiden Donald Trump bersiap untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki, hari Senin nanti. Trump pada hari Jumat mengatakan bahwa dia akan membahas pengurangan senjata nuklir ketika bertemu Putin di Helsinki.

"Jika kita dapat melakukan sesuatu untuk secara substansial menguranginya, maksud saya, idealnya menyingkirkannya, mungkin itu adalah mimpi, tetapi tentu saja itu adalah subjek yang akan saya bawa (dalam pertemuan) bersamanya," kata Trump, yang dilansir Sabtu (14/7/2018).

Sementara itu, komandan nuklir utama Amerika menggambarkan skenario paling buruk bagi pasukan AS ketika berhadapan dengan jenis senjata baru berkecepatan tinggi yang dikembangkan oleh Rusia dan China.

"Kami tidak memiliki pertahanan yang dapat melawan senjata seperti itu terhadap kami," kata Jenderal John Hyten, komandan Komando Strategis AS kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat beberapa waktu lalu.

"Baik Rusia dan China secara agresif mengejar kemampuan hipersonik. Kami telah menyaksikan mereka menguji kemampuan itu," imbuh Hyten.***

R24/bara

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru