riau24 Kisah Wanita di Balik Kesuksesan Juara Dunia Muhammad Zohri, Perjuangannya Bikin Haru | Berita Riau
Selasa, 25 September 2018

Prestasi Anak Bangsa

Kisah Wanita di Balik Kesuksesan Juara Dunia Muhammad Zohri, Perjuangannya Bikin Haru

0
Lalu M Zohri
Berita Riau -  Kisah Wanita di Balik Kesuksesan Juara Dunia Muhammad Zohri, Perjuangannya Bikin Haru
Riau24.com- MATARAM - Nama Lalu Muhammad Zohri, pemuda belia asal Lombok Utara, yang menorehkan prestasi luar biasa di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 pada Rabu (11/7) menjadi pembicaraan masyarakat seantero nusantara. Dari mulai masyarakat biasa sampai pejabat penting di negara ini pun berlomba-lomba mengucapkan selamat kepada peraih medali emas nomor lari 100 meter ini.

Hidup dalam kondisi serba kekurangan dan minim fasilitas latihan tak menjadi penghalang bagi pemuda yatim piatu itu untuk mengukir prestasi. Selama ini Zohri, siswa SMP Negeri 1 Pemenang, hidup dalam kondisi serba kekurangan bersama kakaknya di sebuah gubug berdinding gedeg yang sebagian bolong termakan usia.

Awalnya Zohri tak pernah berminat menjadi atlet lari, apalagi bermimpi menjadi pelari tercepat dunia. Ketika duduk di bangku kelas 7 di SMP 1 Pemenang, Zohri dikenal sebagai siswa penggila sepak bola. Oleh guru dan teman-teman sebayanya, ia dinilai sebagi pemain sepak bola yang cukup handal.

Lantas siapa sebenarnya yang berjasa mengantarkan Zohri menjadi juara dunia? Ternyata ada sosok Rosida, guru olah raganya. Awalnya, kata Rosida, Zohri tak pernah tertarik untuk menekuni cabang olah raga atletik, khususnya lari. Sebagai guru olah raga, Rosida melihat potensi besar yang dimiliki Zohri, khususnya di cabang olah raga atletik, terutama ketika melihat teknik lari yang baik dan postur tubuhnya yang atletis.

Rosida kemudian mencoba membimbing dan mengarahkan Zohri agar bersedia berlatih untuk menjadi pelari berprestasi. Namun, Zohri yang diharapkan untuk lebih tekun berlatih dan mengasah bakatnya untuk lari itu terlihat tidak berminat. "Padahal, sejak masih duduk di bangku SD, dia sudah menunjukkan prestasi di berbagai lomba lari," kata perempuan asal Kabupaten Sumbawa ini .

Ia mengaku hampir putus asa karena berbagai upaya yang dilakukan untuk membimbing Zohri agar bersedia menekuni cabang olah raga atletik, tidak berhasil. Karena, satu-satunya olah raga yang disenanginya hanyalah bermain bola.

Rosida pantang menyerah. Ia membujuk Zohri terus menerus agar bersedia lebih giat berlatih lari. Upaya yang dilakukannya mulai Zohri di kelas 7 hingga kelas 8 SMP itu belum juga berhasil. Perjuangan panjang dan tak kenal lelah akhirnya membuahkan hasil. Rosida berhasil membujuk Zohri untuk latihan lari lebih tekun. Sprinter asal Lombok Utara ini mulai giat berlatih dan mulai menunjukkan prestasi.

Rosida mengakui fasilitas latihan untuk cabang olah raga, termasuk atletik di sekolah mereka relatif terbatas. "Pada awal mulai berlatih, Zohri kerap lari bertelajang kaki karena saat itu ia belum memiki sepatu. Namun, hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk terus berlatih," kenang Rosida seperti dilansir republika, Sabtu (14/7/2018).

Ia meyakini bakat alam dan kedisiplinan Zohri dalam berlatih menjadi faktor utama bagi pemuda itu untuk meraih berbagai prestasi, pada ajang yang lebih tinggi nasional dan internasional. Kecintaan Zohri pada olahraga lari rupanya mulai tumbuh.

Rosida mengaku senang, bahagia dan bangga atas keberhasilan Zohri menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional dan kini dielu-elukan sebagai pelari tercepat. Zohri pun sekarang disiapkan untuk membela tim merah putih di ajang Asian Games.

Rosida mengaku optimistis bahwa Zohri akan kembali mengukir prestasi dengan memboyong medali emas di ajang Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang.***


R24/bara

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru