Kamis, 24 April 2014
Korupsi Bank Riau Kepri Rohil Hadirkan Pihak Bank Riau Sebagai Saksi
0
foto R24/ina
Korupsi Bank Riau Kepri Rohil Hadirkan Pihak Bank Riau Sebagai Saksi
PEKANBARU, Riau24.com--Istiyanto, Direktur PT Bukit Bais Faindo (BBF) yang didakwa jaksa atas kasus korupsi fiktif di Bank Riau Kepri (BRK) cabang Bagan Siapiapi, Rokan Hilir (Rohil). kembali menggelar sidang Selasa, (30/7/13) di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru dengan agenda pemanggilan saksi Zulfikar Ashkar selaku pimpinan Kanto Pusat.

Kepada majelis Hakim yang di ketuai JPL Tobing, saksi menerangkan syarat-syarat dalam peminjaman kantor pusat sudah melalui prosedur namun jika terjadi kesalahan di kantor cabang Bank Riau Kepri itu yang bertanggung jawab kantor cabang tersebut dan tidak ada wewenang dari kantor Bank Riau kepri pusat lagi, ujar saksi.

Keterangan saksi dibantah tegas oleh Majelis Hakim dan Jaksa. Menurut hakim jika Kantor cabang melakukan persyaratan yang diajukan PT BBF dan itu harus persetujuan dari kantor Pusat jika terjadi kesalahan kantor pusat punya wewenang untuk malakukan kroscek kembali.

Terdakwa Istianto tidak ada membantah keterangan saksi namun terdakwa hanya bertanya "jika yang mengajukan kredit ternyata usaha yang akan dijalani terjadi kendala apakah Bank akan mengklaim dan dibenarkan noleh saksi.

usai mendengar keterangan saksi dan terdakwa, Majelis hakim Reno Listowo SH menutup persidangan dan melanjutkan sidang dengan saksi lainnya.

Sebelumnya terdakwa Istianto telah merugikan negara sebesar Rp 5 miliar kejahatan ini dilakukan secara bersama sama dengan tiga tersangka (penuntutan terpisah) yakni, Ir H Zullisman Pempinan Cabang (Pimcab) Bank Riau Kepri (BRK) Bagan Siapiapi, Rokan Hilir (Rohil), Ramdani Pinsi Pemasaran dan Indra Gunawan, Pelaksana Pemasaran BRK Bagan Siapiapi.

Berawal ketika Dinas Perkebunan (Disbun) Rokan Hilir (Rohil) berencana mengadakan perkebunan sawit rakyat senilai Rp10,7 miliar. Untuk proyek ini, PT BBF keluar sebagai pemenang tender.

Tidak ada dana, PT BBF yang dipimpin Istianto yang telah menjalani persidangan karena kasus sama, meminjam kredit modal kerja ke Bank Riau Kepri Bagansiapiapi senilai Rp5 miliar. Dia memberikan agunan sebidang tanah di Dumai.

Di perjalanan, ditemukan ada kejanggalan dalam agunan yang diberikan. Tanah yang diagunkan dinyatakan PT BBF senilai Rp3,162 miliar tapi dari penyelidikan yang dilakukan Kejati, tanah tersebut hanya senilai Rp700 juta.

Setelah proyek dikerjakan 25 persen, Disbun Rohil memutus kontrak sedangkan pinjaman Rp5 miliar sudah dicairkan oleh Bank Riau Kepri Bagansiapiapi. Pencairan dana itu dinilai tak sesuai aturan pengerjaan proyek. (ina)

riau24_zfkpd_648.jpg
Pajak adalah pungutan paksa yang dilakukan oleh satu pihak, yang merusak transaksi muamalat, dan menambah harga yang tidak ada imbal-baliknya. Pajak adalah riba yang diharamkan dalam Islam.
riau24_j2mgg_640.jpg
Bangunan kos-kosan 70 Pintu yang terletak di Jalan Puyuh Kelurahan Kampung Melayu Kecamatan Sukajadi, dianggap tidak menaati aturan.
riau24_ptdmv_657.jpg
Tak seperti vagina, anus atau dubur memang tidak dipersiapkan untuk berhubungan seksual. Akibatnya, kebiasaan melakukan seks anal bisa menimbulkan bahaya kesehatan, mulai dari infeksi hingga kanker anus.
riau24_hgbwe_644.jpg
Saat ini ditengah hiruk pikuk pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia, penulis mencoba mengamati secara sederhana beragam metode kampanye yang dilakukan dan dapat dilakukan oleh para kontestan pemilu yang akan bertarung memperebutkan hati rakyat
riau24_6eylt_659.jpg
Tepat di hari Senin, tanggal 21 April 2014, bertepatan dengan peringatan hari Bumi, hotel-hotel yang tergabung dalam grup Accor International serentak menghelat kegiatan peduli lingkungan dengan penanaman pohon.
riau24_9hrue_658.jpg
Meski cenderung berkembang lebih lambat dibanding jenis kanker yang lainnya, bukan berarti tidak ada gejala-gejala yang ditunjukkan ketika seseorang mengidap kanker tiroid.
riau24_jlzvy_641.jpg
Entah seperti apa penanganan kabut asap di Riau ini. Setelah sempat menghilang beberapa minggu, kini mulai udara mulai dipenuhi asap, meski masih dengan intensitas rendah.
riau24_q2bc6_642.jpg
Sudah tidak asing lagi bagi kita mendengar kata Angkringan. Tempat nongkrong yang menyediakan makanan dan minuman dikala malam hari ini, menjadi ikon bagi Daerah di Pulau Jawa.
  • Subscribe

    untuk mendapatkan berita terbaru

Baca

Versi mobile Riau24 disini

m.Riau24.com