riau24 Setelah Bohongi Istri Muda, Kurir Sabu 10 Kg Akhirnya Mendekam di Sel | Berita Riau
Senin, 17 Desember 2018

KRIMINAL

Setelah Bohongi Istri Muda, Kurir Sabu 10 Kg Akhirnya Mendekam di Sel

0
Foto : istimewa
Berita Riau -  Setelah Bohongi Istri Muda, Kurir Sabu 10 Kg Akhirnya Mendekam di Sel
Riau24.com- Pengungkapan 10 kilogram narkoba jenis sabu oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau bersama Polres Siak, Minggu, 29 Juli 2018 lalu di Kabupaten Siak masih terus dikembangkan.

Petugas berhasil mengamankan 10 Kg Sabu bersama dua orang tersangka yang merupakan pasangan suami istri, dari hasil pemeriksaan sang istri berinisial EA mengaku tidak mengetahui bahwa yang dijemput YA (Suami, red) itu adalah narkoba.

"Ea mau ikut karena disebut suaminya menjemput tulang. Dia juga ikut mengangkut bungkusan, tapi dia heran kenapa tulangnya berat sekali," ungkap Kepala Bidang Penindakan BNN Riau AKBP Haldun saat press release di kantornya, Rabu, 1 Agustus 2018.

Namun, status istri muda YA ini masih sebagai saksi, sementara YA sudah ditetapkan sebagai tersangka karena telah menerima tawaran menjadi kurir barang haram tersebut.

Haldun juga mengatakan, EA ini dibawa oleh suami dari Bukit Tinggi ke Riau untuk menjemput Tulang. EA yang belum genap setahun menikah dengan YA ini tidak mengetahui pasti pekerjaan sang suami.

"Ia mengaku tertipu oleh YA, karena diajak jemput Tulang, tahunya narkoba," jelas Haldun.

Haldun menerangkan, Keduanya berasal dari Bukittinggi dan memakai sepeda motor Honda Beat menuju di Kota Pekanbaru. Karena sudah menerima uang muka Rp 8 juta sebagai kurir, Yudi menyewa Toyota Innova.

Yudi mengajak Ea menginap di sebuah hotel. Gerak-geriknya sudah diintai petugas BNN dengan menyewa kamar di sebelah kamar YA. Hal ini dilakukan karena YA disebut sebagai kurir yang lihai mengelabui petugas.

"Mau ditangkap di hotel barang buktinya belum ada," ucap Haldun.

Petugas lalu membuntuti YA beserta isterinya hingga ke Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak. Bungkusan berisi 10 kilogram sabu di masukkan ke mobil lalu meluncur ke Kota Pekanbaru dengan kecepatan tinggi.

Dari Siak ini, YA mengetahui telah dibuntuti. Ia sempat menghubungi seorang pria inisial TB yang diketahui sebagai pemesan sabu dari Malaysia, dan juga penentu ke mana barang haram itu diantarkan, namun tidak aktif lagi hingga saat ini.

Dari pelabuhan ini, sempat terjadi kecar-kejaran antara mobil dikendarai YA  dengan kendaraan BNN. Karena pernah bekerja sebagai supir travel, YA berhasil  mengasapi kendaraan BNN.

Petugas BNN lalu berkordinasi dengan Polres Siak, setiap kendaraan yang lewat di depan Mapolres Siak diperiksa, YA tak bisa menghindar lagi, lalu ditangkap bersama isteri mudanya beserta barang bukti sabu 10 kilogram.

Menurut Haldun, tersangaka sudah dua kali sukses menjadi kurir sabu dengan jumlah bervariasi. Pertama membawa setengah kilogram sabu tujuan Palembang. Upahnya saat itu Rp 14 juta. 

Kedua, Yudi pernah mengantarkan sabu 1 kilogram ke Palembang juga dengan upah Rp 20 juta. Untuk yang ketiga ini, Haldun memperkirakan Yudi menerima upah Rp 200 juta.

"Perkiraannya setiap kilo Rp 20 juta, kemungkinan kalau sampai barang haram ini, tersangka bisa menerima Rp 200 juta," pungkasnya.

Kasus ini masih terus dikembangkan, termasuk menyangkut status Ea. Penyidik masih mencari bukti lain untuk menjerat isteri muda Yudi itu.

Penyidik juga mengembangkan kasus ini ke Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Rekening bank milik tersangka segera diperiksa untuk mengetahui penghasilannya selama ini menjadi kurir.

Atas perbuatannya, tersangka YA dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 dan atau Pasal 112 ayat 2 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman maksimalnya seumur hidup, minimal 5 tahun penjara.

R24/amri
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru