riau24 31 Warga Bangladesh Akan Dideportasi | Berita Riau
Selasa, 16 Oktober 2018

Imigran Gelap

31 Warga Bangladesh Akan Dideportasi

0
Foto : Internet
Berita Riau -  31 Warga Bangladesh Akan Dideportasi
Riau24.com- Nasib 31 warga Bangladesh yang diamankan TNI Angkatan Laut di Dumai 28 Juli lalu, akhirnya akan dipulangkan ke negara asalnya.

Keputusan ini dipastikan setelah Kepala Rudenim Pekanbaru, Junior Galingging, Kamis, 9 Agustus 2018 siang mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Duta Besar Bangladesh di Jakarta.

"Kita sudah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Bangladesh, memberitahukan bahwa ada 31 warga mereka disini," ungkap Galingging kepada awak media.

Ia juga mengatakan bahwa ke 31 WN Bangladesh ini akan segera melakukan deportasi, mereka baru saja dipindahkan ke Rudenim Pekanbaru pada Senin, 6 Aguatus lalu. Sebelumnya, mereka ditempatkan di kantor Imigrasi Dumai.

 "Mereka sudah diperiksa imigrasi Dumai. Pengakuannya mereka datang ke Indonesia tujuan berkunjung. Tetapi dalam perjalanan, mereka mencoba meninggalkan Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi," sebutnya.

Hasil dari pemeriksaan, WN Bangladesh ini berangkat dari ibu kota negaranya, Dhaka. Kemudian tiba di Kuala Lumpur, Malaysia. Selanjutnya ke Jakarta sekitar 20 Juli lalu dan berkeliling hingga tiba Dumai. Mereka diamankan di Dumai pada 28 Juli.

Diduga, tujuan para WN Bangladesh yang terdiri dari 30 laki-laki dan seorang perempuan ini, melewati Dumai untuk pergi bekerja ke Malaysia secara ilegal.

"Pengakuan mereka ada pihak ketiga yang menampung mereka disana, tapi saat diamankan tidak ditemukan," sebutnya.

Sementara itu saat diperiksa ke-31 WN Bangladesh ini, memiliki paspor yang masih berlaku hingga tahun 2023 mendatang. Artinya, paspor tersebut baru saja dibuat pada tahun 2018 ini.

"Paspornya baru saat kita cek. Juga ada cap dari imigrasi Indonesia, artinya mereka baru sekali masuk kesini," jelas Galingging.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, juga diketahui kalau 11 WN Bangladesh memiliki tiket pesawat untuk kembali ke negara asal. Sedangkan 11 lainnya kadaluwarsa. Sisanya, 9 orang tidak memiliki tiket kembali.

"Untuk itu kita beritahukan kepada Kedubes mereka. Selain itu, kita sudah komunikasi dengan airline agar tiketnya bisa digunakan untuk kembali ke negaranya. Persoalannya tiket ke Jakarta tidak ada, makanya kita beritahukan kepada dutanya untuk memfasilitasi," tutupnya.***
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru