riau24 Tak Pernah Usung Ma'ruf Amin Jadi Cawapres, MUI di Daerah Tetap Netral | Berita Riau
Selasa, 16 Oktober 2018

Pilpres 2019

Tak Pernah Usung Ma'ruf Amin Jadi Cawapres, MUI di Daerah Tetap Netral

0
Ketua Umum MUI Pusat, KH Ma'ruf Amin.
Berita Riau -  Tak Pernah Usung Ma'ruf Amin Jadi Cawapres, MUI di Daerah Tetap Netral
Riau24.com- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ma'ruf Amin telah resmi menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) pendampingi Capres petahana Joko Widodo. Sejumlah pengurus MUI di daerah menyebutkan, maju sosok Ma'ruf Amin dalam ajang Pilpres 2019 tersebut, bukan diajukan MUI, melainkan dari partai pengusung Jokowi. MUI di daerah juga tetap akan menjaga sikap netral dalam Pilpres 2019 mendatang.


Hal itu dilontarkan beberapa Ketua MUI di daerah. Seperti dituturkan Ketua MUI Kota Pekanbaru, Ilyas Husti, Ma'ruf Amin maju sebagai Cawapres bukan diusung MUI, melainkan tim koalisi partai politik pendukung Jokowi. Secara pribadi, ia melihat majunya Ma'ruf Amin sebagai hal yang biasa-biasa saja.

"Itu hak individual, semua orang berhak mencalonkan dan dicalonkan. Kebetulan Pak Ma'aruf Amin dipilih Pak Jokowi dengan partai koalisinya sebagai pendamping di Pilpres 2019. Kemudian Pak Ma'ruf kan menerimanya. Dia menghargai sikap dan permintaan dari Pak Jokowi. Dia (Ma'ruf) juga punya hak sama dengan yang lain, itu yang pertama saya lihat," ujarnya, seperti dirilis detik.com, Jumat 10 Agustus 2018.

Terkait dukungan pada Pilpres 2019 mendatang, Ilyas mengatakan, secara institusi, pihaknya tidak boleh memberikan dukungan terkait Pilpres. Pihaknya akan menjaga kenetralan tidak berpihak pada siapa pun.

"Kalau MUI inikan di atas semuanya. Ya kalau mungkin ormas lain mungkin boleh," kata Ilyas.

"MUI tidak boleh seperti membelah bambu, yang satu dipijak, kemudian yang lain ya itu (diangkat). Kita harapkan Pilpres ini berjalan aman. Karena kepentingan politik inikan kepentingan sesaat. Kepentingan lebih besar itu adalah, bagaimana bangsa kita ini, bangsa yang damai, rukun, yang ujungnya adalah melahirkan kesejahteraan bersama," harapnya.

Hal senada juga datang dari Ketua MUI Jawa Timur, KH Abdusshomad Bukhori. Menurutnya, pencalonan Ma'ruf Amin merupakan hak setiap warga negara. Namun ia menekankan, MUI Jatim tak pernah mengusulkan KH Ma'ruf Amin maju sebagai Cawapres. Menurutnya, majunya Ma'ruf Amin memang murni dipinang Jokowi.

"MUI tidak pernah mengusulkan Kiai Ma'ruf Amin untuk menjadi seperti ini, dan itu proses. Tidak pernah MUI melakukan untuk mengusung beliau," tegasnya.

Ditambahkannya, MUI Jatim juga tidak akan terlibat dari politik praktis. Dalam hal ini, pihaknya tidak akan membuat surat anjuran dukungan, juga memiliki pendirian untuk tidak terlibat kampanye.

"Kami tetap berpendirian, kami tidak akan membuat surat untuk mendukung apalagi nanti ikut kampanye itu juga tidak," kata Kiai Somad.

Namun dengan dipinangnya Ma'ruf Amin menjadi cawapres Jokowi, Kiai Somad mengaku peran kiai di Indonesia kini mulai diperhitungkan. Secara pribadi, ia menilai sosok Ma'ruf Amin memang figur yang sudah malang melintang dan memiliki banyak pengalaman.

Dari Provinsi Kepulauan Riau, MUI setempat juga menyatakan akan tetap netral pada Piplres 2019 mendatang.

"Kalau MUI kan dia bukan organisasi politik-kan. Jadi Pak Ma'ruf juga menjadi Cawapres sebagai pribadi, kan begitu. Jadi kita tetap kembali pada anggota masing-masing. Mau ke mana silakan," kata Sekretaris MUI Kepri, Edi Syafrani.

Edi menyebutkan, MUI selaku lembaga nonpolitik akan tetap netral dalam Pilpres 2019 mendatang sekali pun sosok Ma'ruf sebagai Cawapres.

Komentar berbeda, datang dari Ketua MUI Yogyakarta, KH Thoha Abdurrahman. Meski tidak mempermasalahkan majunya Ma'ruf Amin, jadi Cawapres pendamping Jokowi, secara pribadi, ia punya pendapat tersendiri.

Secara pribadi, Toha Abdurrahman mengaku kurang sepakat dengan majunya Ma'ruf Amin sebagai cawapres di Pilpres 2019.

Menurutnya, sebaiknya Ma'ruf menunjuk orang lain saat diminta mendampingi Jokowi.
"Dipercayakan orang lain dari MUI, dari NU, atau dari mana saja yang diterima (Jokowi) yang disetujui Pak Ma'ruf Amin. Mestinya begitu," ujarnya.

"Tapi karena sekarang sudah kadhung, ya mangga saja (sudah terlanjur, ya silakan saja). Mudah-mudahan lebih manfaat," lanjutnya.

Namun demikian, KH Toha menegaskan bisa memahami dan mendukung pencalonan tersebut. Menurutnya tidak tidak ada aturan MUI yang dilanggar KH Ma'ruf ketika maju menjadi cawapres. Dia menegaskan pengurus MUI DIY juga akan mendukung pencalonan Ma'ruf. Dia berharap keputusan tersebut adalah yang terbaik bagi bangsa dan negara. ***

R24/wan

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru