riau24 Alasan Takut Partai PBB Punah di Kancah Politik, Yusril Pilih Merapat ke Jokowi-Ma'ruf | Berita Riau
Rabu, 26 September 2018

Pilpres 2019

Alasan Takut Partai PBB Punah di Kancah Politik, Yusril Pilih Merapat ke Jokowi-Ma'ruf

0
Yusril Ihza Mahendra
Berita Riau -  Alasan Takut Partai PBB Punah di Kancah Politik, Yusril Pilih Merapat ke Jokowi-Ma'ruf
Riau24.com- Rumor Partai Bulan Bintang (PBB) merapat ke kubu Jokowi-Ma'ruf nampaknya semakin mendekati kenyataan. Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra tak menampik jika dalam waktu dekat PBB akan menjadi bagian dari posko Cemara, rumah pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Dalam waktu dekat ini saya sudah direncanakan akan bertemu dengan Pak Jokowi. Paling di bulan September ini. Jadi sudah ada yang mengatur," kata Yusril seperti dilansir Republika.co.id, Rabu (12/9).

Pilihan Yusril akan bertemu Jokowi ini merupakan upaya komunikasi politik sebagai upaya untuk mempertahankan eksistensi partai yang memiliki afiliasi kuat terhadap umat Islam agar tidak punah dalam kancah politik Indonesia. Hal ini bisa terjadi bila pemilu legislatif (pileg) 2019, PBB kembali tidak dapat meraih kursi di parlemen Senayan di ambang batas empat persen.

Yusril mengakui sebelumnya, jajaran pimpinan DPP PBB telah bertemu bakal calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno dan Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono. Menurutnya, pertemuan tersebut belum memenuhi harapan PBB. Terutama soal strategi bersama agar PBB kembali meraih kursi di Senayan, dengan lolos ambang batas parlemen empat persen. Ia menyebut Sandi tidak berani memastikan bisa mensinergiskan strategi agar 2019 PBB kembali ke Senayan.

"Saya katakan terima kasih dan mengatakan bahwa di masa yang lalu, PBB sudah pernah all out membantu Pak Prabowo Subianto menjadi capres, dengan tenaga dan biaya sendiri. Begitu juga dengan Pak Sandi, kami juga telah banyak membantu untuk maju sebagai gubernur dan atau wagub DKI Jakarta," kata Yusril.

Ia menyebut selama ini apa yang telah diupayakan PBB mendukung total Prabowo dan Sandi sudah dibuktikan. Namun, kata dia, Gerindra tidak bisa membantu PBB mensinergikan strategi pemilu legislatif mendatang.

"Prinsipnya, kita harus saling membantu, bukan salah satu hanya diminta membantu saja. Manfaat saling membantu itu harus dirasakan secara timbal balik antara kedua pihak," sambungnya Yusril.

Namun, Yusril juga mengisyaratkan kepastian dukungan PBB di pilpres, tetap menunggu hasil Ijtima' GNPF Ulama II dan rapat bersama DPP dan DPD PBB pada Oktober mendatang. "Keputusan resminya nanti, kita juga akan menunggu hasil dua itu ke mana," imbuhnya.***


R24/bara

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru