riau24 Ribuan Pendeta Lakukan Pelecehan Seksual, Paus akan Panggil Uskup Seluruh Dunia | Berita Riau
Rabu, 26 September 2018

Skandal Seks

Ribuan Pendeta Lakukan Pelecehan Seksual, Paus akan Panggil Uskup Seluruh Dunia

0
Paus Fransiscus
Berita Riau -  Ribuan Pendeta Lakukan Pelecehan Seksual, Paus akan Panggil Uskup Seluruh Dunia
Riau24.com- JAKARTA - Skandal pelecehan seksual terhadap anak-anak yang marak terjadi di sejumlah gereja Katolik membuat Paus Fransiskus prihatin. Ia pun memanggil sejumlah uskup senior dari berbagai belahan dunia untuk membahas skandal memalukan itu.

Sebagaimana dikutip sindonews dari Reuters, Kamis (12/9/2018), menurut juru bicara Vatikan, para kepala uskup nasional gereja Katolik itu akan bertemu Fransiskus pada 21-24 Februari tahun mendatang. "Pelecehan seksual adalah topik utama rapat itu," kata juru bicara tersebut.

Majalah "Der Spiegel" pada Rabu melaporkan bahwa penelitian Keuskupan Jerman menunjukkan bahwa 1.670 pendeta melakukan pelecehan seksual terhadap 3.677 anak di bawah umur selama 70 tahun di negara tersebut.

Pada Kamis, Fransiskus bertemu dengan sejumlah pemimpin gereja Amerika Serikat untuk membahas laporan dari Jerman dan skandal melibatkan mantan kardinal Amerika Serikat.

Sebelumnya, Uskup Agung asal Italia, Carlo Maria Vidano, pada bulan lalu menuding Paus sudah mengetahui pelecehan oleh mantan kardinal Amerika Serikat, Theodore McCarrick, sejak beberapa tahun lalu, namun tidak melakukan apa-apa.

Vigano mengaku memberi tahu Fransiskus sejak 2013 mengenai McCarrick, yang dituding melakukan hubungan seksual dengan seorang pria dewasa. Namun McCarrick baru mengundurkan diri pada Juli akibat tudingan berbeda, yaitu pemerkosaan terhadap remaja berusia 16 tahun sekitar 50 tahun lalu.***


R24/bara

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru