riau24 Turki Terus Kerahkan Pasukan dan Tank ke Perbatasan Suriah | Berita Riau
Rabu, 26 September 2018

Internasional

Turki Terus Kerahkan Pasukan dan Tank ke Perbatasan Suriah

0
Turki Terus Kerahkan Pasukan dan Tank ke Perbatasan Suriah
Berita Riau -  Turki Terus Kerahkan Pasukan dan Tank ke Perbatasan Suriah
Riau24.com- Militer Turki terus mengerahkan pasukan dan persenjataan berat, termasuk tank tempur, ke wilayah barat daya yang berbatasan langsung Suriah. Langkah militer Ankara itu diakukan untuk mengantisipasi serangan besar-besaran oleh pasukan rezim Suriah dan sekutu-sekutunya di wilayah yang dikuasai oposisi atau pemberontak.
 
Satu konvoi militer Turki tiba di sebuah pos Turki di dekat Kota Morek, di Provinsi Hama utara, Suriah, pada Kamis pagi.
 
Menurut laporan Al Jazeera, sebuah pesawat militer juga tiba dengan lusinan tentara Turki di bandara sipil di Provinsi Hatay, sekitar 50 km dari perbatasan Turki-Suriah. Belum jelas apakah pasukan tersebut telah melintasi perbatasan atau belum.
 
Turki telah menjadi tuan rumah dari 3,5 juta pengungsi Suriah dan khawatir akan munculnya gelombang besar pengungsi lainnya jika pasukan Suriah-yang didukung oleh kekuatan udara Rusia dan milisi sekutunya-menyerang basis terakhir pasukan oposisi di Provinsi Idlib.
 
Menurut Metin Gurcan, seorang ahli keamanan Turki, penguatan perbatasan oleh militer Ankara adalah tindakan defensif.
 
"Jika Anda melihat jenis-jenis sistem senjata itu, saya akan mengatakan itu semua untuk tujuan pertahanan. Jadi saya tidak berpikir Turki memiliki niat ofensif dan kemampuan untuk campur tangan militer dalam teka-teki Idlib," katanya kepada Al Jazeera yang dikutip Sindonews, Jumat 14 September 2018.
 
"Ini semacam pertahanan militer preventif dan defensif untuk mengelola aliran pengungsi yang diantisipasi karena dorongan pasukan Suriah yang didukung Rusia dari selatan," katanya lagi.
 
Hampir 40.000 orang telah melarikan diri dari Idlib setelah serangan udara Suriah-Rusia meningkat selama dua minggu terakhir. PBB memperkirakan, dalam kasus terburuk, sekitar 900.000 warga sipil dapat melarikan diri dari Idlib jika serangan darat skala penuh dimulai.
 
Para pejabat Turki telah berulang kali memperingatkan Rusia dan pemerintah Suriah terhadap bahaya dari serangan di Idlib. Menurut mereka, serangan di wilayah itu akan memicu gelombang pengungsi besar-besaran yang menuju ke Turki.
 
Selama seminggu terakhir, Turki telah mengerahkan bala bantuan dan memperluas struktur pertahanan di sekitar selusin titik pengamatan di wilayah yang dikuasai pasukan oposisi di Idlib, Aleppo barat, dan provinsi Hama utara.
 
Pos-pos terdepan didirikan setelah kesepakatan de-eskalasi tercapai antara Turki, Rusia dan Iran pada Juli 2017. (***)
 
 
R24/iko
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru