riau24 Diduga Intimidasi Saksi, Kuasa Hukum Bupati Bengkalis Desak Tahan Toro | Berita Riau
Minggu, 18 November 2018

HUKUM

Diduga Intimidasi Saksi, Kuasa Hukum Bupati Bengkalis Desak Tahan Toro

0
Bupati Bengkalis Amril Mukminin, foto : Istimewa
Berita Riau -  Diduga Intimidasi Saksi, Kuasa Hukum Bupati Bengkalis Desak Tahan Toro
Riau24.com- Polemik kasus Undang-Undang ITE yang menjerat terdakwa Toro dengan Bupati Bengkalis Amril Mukminin, makin memanas.

Setelah tersebar video di media sosial yang memperlihatkan, beberapa massa yang mencoba mengejar saksi pelapor saat sidang lanjutan, Kamis, 13 September 2018 kemarin di Pengadilan Negeri (PN Pekanbaru.

Pada sidang itu hakim ketua memutuskan menunda sidang tersebut, hingga akhirnya puluhan massa yang mendukung terdakwa Toro dengan menamakan diri Solidaritas Insan Pers itu langsung mengejar para saksi pelapor dengan tujuan untuk diwawancara.

"Massa meminta untuk wawancara, namun karena ada beberapa dari mereka mengeluarkan kata-kata kasar dan umpatan, saksi akhirnya memilih bungkam dan menghindar," sebut Kuasa Hukum Bupati Bengkalis, Wirya Nata Atmadja.

Asep sangat menyayangkah hal tersebut terjadi, karena secara tidak langsung massa telah mengintimidasi saksi-saksi pelapor.

"Oleh karena itu, saya meminta aparat penegak hukum agar segera menahan terdakwa Toro," tegasnya.

Permintaan itu bukan tanpa alasan, ia menduga Toro telah memobilisasi massa dengan tujuan untuk mengintimidasi saksi-saksi pelapor. 

Menurutnya, seharusnya para massa yang mengaku dari insan pers sudah pasti apa yang sudah dilakukan mencoreng nama baik profesi yang amat mulia ini. Oleh karenanya Wirya Nata meminta kepada aparat penegak hukum agar menahan terdakwa dengan bahan pertimbangannya aksi dugaan intimidasi itu.

'' Kita sangat menyayangkan adanya aksi itu. Apalagi sampai melontarkan kata-kata kasar. Ini sudah menjurus intimidasi, jelas para saksi kita merasa terancam dengan aksi mereka seperti itu. Untuk itu dengan pertimbangan aksi massa itu, saya meminta agar terdakwa di tahan sajalah,'' ujarnya.

Masih menurut Wirya Nata, pihaknya juga akan mempertimbangkan  untuk melaporkan aksi ini ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Hal ini untuk membuat rasa aman terhadap para saksi pelapor dari segala macam perlakuan yang bisa membuat diri terancam.**
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru