riau24 Tak Kunjung Panggil Sariantoni, Kuasa Hukum Nilai Polda Riau Lamban | Berita Riau
Rabu, 17 Oktober 2018

Dugaan Penipuan Dan Penggelapan

Tak Kunjung Panggil Sariantoni, Kuasa Hukum Nilai Polda Riau Lamban

0
Aksi unjuk rasa warga rohil beberapa waktu lalu.
Berita Riau -  Tak Kunjung Panggil Sariantoni, Kuasa Hukum Nilai Polda Riau Lamban
Riau24.com- Kasus dugaan penipuan dan penggelapan hasil panen warga Kabupaten Rokan Hilir, yang melibatkan Sariantoni masih terus berlanjut.

Kuasa Hukum Koperasi KSB, Abu Bakar Sidik S.H, M.H menyebutkan tidak ada alasan untuk segera menahan Sariantoni,  karena telah menipu dan menggelapkan hasil panen warga Rohil.

"Dari apa yang saya lihat, tidak ada alasan lagi untuk Polda Riau menetapkan Sariantoni sebagai tersangka." Sebut Abu Bakar, Senin, 8 Oktober 2018 kepada Riau24.com.

Menururnya, kasus ini sudah cukup memiliki  cukup dua alat bukti, namun, pihak penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau tak kunjung menetapkan Sariantoni sebagai tersangka.

"Saksi-saksikan sudah dipanggil, baik itu warga ataupun pihak Koperasi, nunggu apalagi," ujarnya.

Hingga saat ini, kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan yang diarahkan kepada Sariantoni masih berproses di Direskrimum Polda Riau.

Selaku kuasa hukum koperasi KSB, ia menyoroti lambatnya pemanggilan untuk anggota dewan Rokan Hulu (Rohul). Menurutnya sejauh ini proses perkara ini cukup panjang.

Diketahui, dua alat bukti yang dinilainya sudah cukup ini, antara lain sudah ada beberapa orang saksi, baik dari pihak pengurus hingga masyarakat sudah dipanggil untuk diperiksa dan dimintai keterangannya.

Kedua, urainya, sudah ada surat dari PT Torganda diserahkan ke Polda. "Surat itu dengan jelas menyatakan, PT Torganda telah menyerahkan hasil kebun kepada Koperasi Karya Perdana yang diketuai Sariantoni, Karya Perdana tidak menyerahkan ke Koperasi KSB," yakinnya.

Hinggsa aat ini tinggal menunggu apakah Polda Riau serius atau tidak dalam menuntaskan kasus ini

"Sejauh ini kita koperatif,  tinggal lagi Polda Riau menetapkan tersangka, karena sampai hari ini Sariantoni tidak pernah dipanggil," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Hadi Purwanto memastikan bakal memeriksa Sariantoni untuk dimintai keterangannya. Pemeriksaan terhadapnya dilakukan untuk mengetahui posisi dan letak lokasi lahan yang jadi permasalahan, yang hingga akhirnya berbuntut hukum.***
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru