riau24 Deklarasi Dukung Jokowi, Sejumlah Kepala Daerah di Riau Terancam Sanksi Pidana Ini | Berita Riau
Rabu, 17 Oktober 2018

Diduga Langgar UU Pemilu

Deklarasi Dukung Jokowi, Sejumlah Kepala Daerah di Riau Terancam Sanksi Pidana Ini

0
Sejumlah kepala daerah yang ikut dalam deklarasi menyatakan dukungan terhadap capres Joko Widodo. Foto: int
Berita Riau -  Deklarasi Dukung Jokowi, Sejumlah Kepala Daerah di Riau Terancam Sanksi Pidana Ini
Riau24.com- PEKANBARU- Sanksi hukum telah menanti sejumlah kepala daerah di Provinsi Riau, karena ikut dalam deklarasi pendukungan terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo- Ma'ruf Amin. Pasalnya, mereka diduga telah melanggar Undang-undang Nomor 7 Tahun 2019, tentang Pemilihan Umum. Sanksi pidana berupa kurungan maksimal selama dua tahun dan denda Rp24 juta, juga telah menanti mereka jika terbukti bersalah.


Seperti dirilis sebelumnya, sejumlah kepala daerah tingkat II di Provinsi Riau, ikut serta dalam deklarasi yang menyatakan dukungan terhadap calon presiden Joko Widodo, dalam kegiatan yang digelar di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Rabu sore kemarin.

Terkait hal itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau, Rusidi Rusdan, mengatakan, sesuai dengan hasil rapat pihaknya yang digelar Rabu malam tadi, pihaknya akan segera memanggil dan memeriksa para kepala daerah yang ikut serta dalam deklarasi itu.

Materi pemanggilan nanti akan difokuskan kepada kemungkinan terpenuhinya unsur pidana. Jika terbukti melanggar, sanksi pidana telah menanti mereka.


"Materi pemanggilan nanti akan difokuskan kepada kemungkinan terpenuhinya unsur pidana, khususnya pasal pejabat negara yang melakukan tindakan menguntungkan atau merugikan salah satu peserta Pemilu. Ini sesuai dengan UU No 7 Tahun 2019 tentang Pemilu. Ancamannya hukuman penjara maksimal dua tahun dan denda Rp24 juta," tegasnya.

Di samping itu, lanjutnya, Bawaslu Riau juga akan melihat kemungkinan pelanggaran terhadap penggunaan fasilitas negara, dengan ancaman hukuman yang sama. "Atau bisa juga pelanggaran terhadap keduanya," terangnya lagi.

Menurutnya, kebijakan yang diambil Bawaslu Provinsi Riau untuk memanggil para kepala daerah itu, diputuskan dalam rapat pleno Bawaslu Riau, Rabu (10/10/2018) malam.

"Pada pemanggilan nanti kita ingin memperjelas lebih jauh seperti apa kronologis kejadian dan apa maksud dan tujuan kegiatan tersebut," tegas Rusidi Rusdan lagi.

Seperti diberitakan media massa, ada 9 kepala daerah di Riau, yang menyatakan dukungannya terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin tersebut. Mereka adalah Bupati Meranti Irwan Nasir, yang juga Ketua DPW PAN Riau, Walikota Dumai Zulkifli AS, Bupati Kuantan Singingi Mursini, Bupati Kampar Azis Zainal, Bupati Indragiri Hilir HM Wardan, Bupati Bengkalis Amril dan Bupati Rokan Hilir Suyatno dan Walikota Pekanbaru Firdaus.

Selain mereka, ikut serta menyatakan dukungan tersebut Syamsuar, yang tak lain adalah Bupati Siak. Syamsuar yang juga Gubernur Riau terpilih dalam Pilgubri beberapa waktu lalu, hadir bersama pasangannya Edi Natar. ***

R24/hadi/iko/wan

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru