riau24 Tetap Kokoh Berdiri, Gelombang Tsunami Cuma Terbang di Atas Kubah Mesjid di Palu Ini | Berita Riau
Jumat, 14 Desember 2018

Keajaiban Saat Gempa

Tetap Kokoh Berdiri, Gelombang Tsunami Cuma Terbang di Atas Kubah Mesjid di Palu Ini

0
Masjid Jami Pantoloan kokoh berdiri
Berita Riau -  Tetap Kokoh Berdiri, Gelombang Tsunami Cuma Terbang di Atas Kubah Mesjid di Palu Ini
Riau24.com - PALU – Kekuasaan Allah terkadang tak mampu dijangkau oleh nalar manusia. Sesuatu yang tidak mungkin di pikiran manusia tentulah bukan hal yang sulit bagi Allah untuk mewujudkannya.

Kisah tentang kekuasaan Allah dapat kita petik saat gempa dan tsunami mengguncang Palu dan Donggala. Salah satunya adalah tetap kokohnya Masjid Jami Pantoloan saat diterjang tsunami, padahal ratusan bangunan di sekitarnya rata dengan tanah.

Keajaiban Masjid Jami Pantoloan yang selamat dari amukan gempa dan tsunami ini diceritakan Ismail (49), salah seorang jamaah yang kerap menjalankan salat lima waktu di masjid itu.

Menurutnya, gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) terjadi saat muadzin baru mengumandangkan adzan untuk memanggil warga melaksanakan salat maghrib. Bak karpet yang digoyangkan, Ismail mengaku tidak mampu berdiri tegak saat gempa berkekuatan besar tersebut mengguncang wilayah Sulteng. Namun sebagian jamaah yang berada di Masjid Jami Pantoloan tetap berniat untuk menjalankan ibadah salat maghrib.

Ketika lafadz ‘Hayya Alas Sholah’ dikumandangkan, secara tiba-tiba gelombang air laut meninggi, menghantam yang ada di depannya terkecuali Masjid Jami Pantoloan.

Ismail mengaku kaget, gelombang tinggi tsunami seakan enggan menghancurkan Masjid Jami Pantoloan. Gulungan air itu seolah melompat di atas kubah masjid.

“Tidak terbelah dua, dia bergelombang naik meninggi ke atas kubah masjid,” ujar Ismail seperti dilansir pojoksatu.id, Minggu (14/10/18)

Masjid bercat hijau itu seolah berada di bawah gelombang tsunami, tidak terlihat pecahan kaca yang menempel di dinding masjid. Hanya pagar masjid yang telihat hancur diterjang amukan air laut tersebut.

“Setelah surut baru sempat masuk ke dalam masjid, tapi nggak sampai penuh masuk ke dalam. Sekitar di bawah lutut kaki,” akui Ismail.

Saksi mata lainnya, Muhammad Alif Firmansyah, 18, juga menceritakan hal yang sama. Dia pun mengaku melihat gelombang tsunami itu seolah melewati Masjid Jami Pantoloan.

Alif kaget dan merasa kagum, rumah ibadah umat Islam tersebut tetap berdiri kokoh meski terdapat peristiwa tsunami. “Sebenarnya kalau tidak ada masjid ini semua rumah tersapu,” paparnya.

Usai gempa dan tsunami, lanjut Alif, banyak relawan yang menyumbangkan bantuan untuk keperluan masjid tersebut. “Banyak orang melihat masjid ini kagum, banyak orang memberikan bantuan seperti karpet, genset dan bantuan lainnya,” pungkasnya.***
 
 
R24/bara
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru