riau24 Massa Aliansi Rakyat Riau, Juga Datangi DPRD Riau tapi Tuntut Reformasi Agraria | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Massa Aliansi Rakyat Riau, Juga Datangi DPRD Riau tapi Tuntut Reformasi Agraria

1
Masa Aksi Aliansi Berdemo di DPRD Riau
Berita Riau -  Massa Aliansi Rakyat Riau, Juga Datangi DPRD Riau tapi Tuntut Reformasi Agraria

Pekanbaru-Riau24.com-Aksi dari elemen masyarakat di Pekanbaru melakukan unjuk rasa hingga kini terus bergulir. Sebelumnya, masa dari BEM Unilak. Tapi pada waktu hampir bersamaan, datang masa dari Aliansi Rakyat Riau.

Kedatangan masa aksi ini setelah BEM Unilak bubar. Aliansi Rakyat Riau di depan Kantor DPRD Riau. Maka, anggota DPRD Riau sibuk menerima sejumlah tamu, setelah melakukan rapat tertutup dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pasalnya, pada hari ini setidaknya ada dua gelombang massa yang melakukan 'kunjungan' ke kantor DPRD Riau, Senin (21/9). Masa aksi yang kedua terdiri dari Walhi, GMPKS, JMGR dan SPI. Dengan namakan diri Aliasni Rakyat Riau, menuntuk para wakil rakyat agar selesaikan permasalahan agraria di Provinsi Riau.

Dalam aksi ini setidaknya ada 10 tuntuntan yang disampaikan oleh Aliansi Rakyat Riau. Diantara lain
itu cabut izin Korporasi Perusak Lingkungan dan Perampas tanah rakyat. Kemudian juga meminta dikembalikan dan distribusikan sumber-sumber agraria sudah dirampas.

Yang ketiga adalah Hentikan izin penerbitan korpoerasi. Keempat itu meminta pulihkan kerusakan lingkungan. Kelima itu meminta dihentikan bencana ekologis. Ke enam, diminta hentikan kriminal terhadap petani dan pejuang dari agraria. Ketujuh, cabut izin serta nasionalisasi pabrik-pabrik yang korporasi.

Kedelapan, diminta distribusikan areal konsensi korporasi terhadap pembakar hutan dan lahan pada rakyat. Kesembilan, distribusikan kelebihan tanah hasil monitoring dan evaluasi izin Pansus DPRD Riau pada rakyat. Kesepuluh, harus ada kepedulian terhadap pangan lokal dan sehat untuknya rakyat.

Kordinator aksi dari Walhi Riau Taufik Rachman mengatakan, perlunya ada reformasi agraria menuju kedaulatan pangan. "Kita menuntut agar para wakil rakyat mendengar, dan menyampaikan kepada pihak terkait soal dalam penanganan persoalan agraria di Riau, hentikan penerbitan izin- izin baru bagi korporasi," ujarnya.

Aksi dengan yel- yel dan dibareng membawa sepanduk bertuliskan selamatkan petani, dan hentikan pembakaran lahan. Hal ini sudah mewarnai aksi masa tersebut dan setelah melakukanya aksi sekitar satu jam, lalu masa bubarkan diri setelah diterima perwakilan pihak DPRD Riau.

Tampak yang menyambut masa aksi itu Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman, Hardianto, Masnur, Mansyur, M Yusuf, Asri Auzar dan lainnya. Dalam pada itu Noviwaldy menyebutkan, hal ini tentu akan menjadi perhatian serius dari wakil rakyat. Namun perlu waktu untuk membenahi. R24/dai

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Bambang kompak
Selasa, 22 September 2015 14:08 wib
Riau..... Masih terjebak dengan komunikasi yang fragmatis. Riau.... Masih terjebak pada komunikasi yang retorik! Kemiskinan, bencana hanya sebuah laluan politik sebagai umpan dialektika yang fragmatis. Riuh Riau hanya sebatas mata memandang, tidak lebih! Hidup Riau Riuh !
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru