riau24 Akhirnya Kejari Pekanbaru Tahan Direktur PT Sabar Jaya Karyatama | Berita Riau
Selasa, 13 November 2018

KORUPSI

Akhirnya Kejari Pekanbaru Tahan Direktur PT Sabar Jaya Karyatama

0
Tersangka korupsi Drainase Sabar Jasman ditahan Kejari Pekanbaru, Kamis (8/11/2018) siang.
Berita Riau -  Akhirnya Kejari Pekanbaru Tahan Direktur PT Sabar Jaya Karyatama
Riau24.com- Tersangka dugaan korupsi pembangunan Drainase Paket A Jalan Soekarno Hatta,  yang juga Direktur PT Sabar Jaya Karyatama, Sabar Jasman akhirnya datang memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Kamis, 8 November 2018 siang.

Sempat mangkir dua kali saat dipanggil penyidik Kejari Pekanbaru, tersangka Sabar akhirnya ditahan menyusul ke empat tersangka lainnya yang sudah ditahan terlebih dahulu.

"Dua kali dia (Sabar) mangkir, kali ini tersangka langsung di tahan, setelah dilakukan pemeriksaan dan tes kesehatan." Ungkap Kasi Intel Kejari Pekanbaru, Ahmad Fuady, Kamis siang.

Untuk selanjutnya, Fuady menyebutkan tersangka akan dititipkan di Rutan Sialang Bungkuk selama dua puluh hari, selama proses persidangan berlangsung.

"Kita titip di Rutan Sialang bungkuk selama 20 hari, agar proses persidangan berjalan lancar," pungkas Fuady.

Untuk diketahui, Sabar merupakan salah satu tersangka dugaan korupsi pembangunan Drainase Paket A Jalan Sukarno Hatta. Selain Sabar, ada empat orang lainnya yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan tindakan penahanan oleh penyidik.

Keempat tersangka lainnya yakni, Ichwan Sunardi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Iwa Setiady selaku konsultan pengawas dari CV Siak Pratama Engineering, Windra Saputra selaku Ketua Pokja dan Rio Amdi Parsaulian selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), telah mendekam dalam sel tahanan di Rutan Sialang Bungkuk. 

Kelima orang ini ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan gelar perkara atau ekspos yang dilakukan pada Selasa, 9 Oktober 2018 lalu.

Didapati hasil ekspos itu menjelaskan bahwa terdapat cukup alat bukti untuk menentukan tersangka, mereka merupakan pihak yang bertanggungjawab dalam penyimpangan proyek tahun 2016 lalu itu.

Pada saat pengerjaan proyek drainase paket A di Jalan Soekarno Hatta - Jalan Riau, Pekanbaru terlihat ada kejanggalan dalam pengerjaannya. 

Namun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa pekerjaannya yang tidak sesuai dengan kontrak yang mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara sebesar Rp2.523.979.195. 

Angka itu berdasarkan hasil perhitungan audit BPKP Provinsi Riau tanggal 18 September 2018, terkait angka kerugian negara itu, penyidik belum ada menerima pengembalian kerugian negara dari para lima tersangka tersebut. ***
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru