riau24 Bandar Narkoba Azizie Diringkus, Terancam Hukuman Mati Di Malaysia | Berita Riau
Selasa, 13 November 2018

Sempat Kabur Dari Lapas Bengkalis

Bandar Narkoba Azizie Diringkus, Terancam Hukuman Mati Di Malaysia

0
Foto ilustrasi Amri
Berita Riau -  Bandar Narkoba Azizie Diringkus, Terancam Hukuman Mati Di Malaysia
Riau24.com- Seorang narapida bandar Narkoba  bernama Mohammad Azizie bin Abdul Hamid, yang merupakan warga negara asal Malaysia berhasil diringkus Polisi Diraja Malaysia.

Narapidana Azizie bukanlah orang baru dalam peredaran narkoba, sebelumnya ia pernah ditangkap dan ditahan di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Bengkalis, Riau dengan hukuman 15 tahun penjara.

Namun, pada tahun 2017 lalu Azizie berhasil kabur dari Lapas Kelas II A Bengkalis. Hanya dalam waktu setahun ia kembali ditangkap oleh polisi Diraja Malaysia dengan kasus yang sama.

Ia (Azizie) yang merupakan bandar narkoba jaringan internasional ini, ditangkap di daerah Bukit Aman, Malaysia, bersama dengan barang bukti 16 kilogram sabu-sabu.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Hariono, Kamis, 8 November 2018 siang.

"Ya benar, Azizie ini sudah ditangkap kembali dengan kasus narkoba sebanyak 16 kilogram oleh pihak kepolisan diraja  Malaysia, sekitar 3 minggu yang lalu," ujar Hariono. 

Sementara itu, kata Hariono pihaknya  telah melakukan upaya koordinasi dengan pihak Malaysia untuk membongkar jaringannya di wilayah Riau,  Sebagian jaringannya sudah ditangkap. 

Selain itu, pihaknya juga mencoba bicarakan terhadap Azizie ke pihak Malaysia, agar dibawa ke Indonesia untuk melanjutkan proses masa penahanannya. Namun hasil dari komunikasi ini, sambung Hariono menyebutkan dihadapkan dengan pilihan.

"Kalau peraturan di Malaysia hukuman terberat sabu diatas 50 gram adalah hukuman mati, karena Azizie ditangkap dengan sabu seberat 16 kilogram. Makanya itu, kita pilih biar pihak Malaysia mengadili hukuman mati buat dia disana,"Pungkas Hariono. 

Untuk diletahui sebelumnya, Mohammad Azizie bin Abdul Hamid merupakan narapidana narkotika yang diganjar pasal 112 ayat (1) Jo 111 ayat (1) vonnis 15 tahun penjara oleh pengadilan Bengkalis. Hukumannya sudah dilalui sekitar 3 tahun, sisa hukuman masih tersisa 11 tahun, 2 bulan, 28 hari. 

Pasca kejadian kaburnya narapidana Mohammad Azizie bin Abdul Hamid dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkalis-Riau, 2017 lalu. Diketahui diduga kuat ada ikut keterlibatan orang dalam pada proses tersebut. 

Modus Azizie agar bisa kabur dari Lapas, ia berpura-pura akan mengambil makanan dari pintu utama Lapas. Kemudian diam—diam napi tersebut kabur dari Lapas. Kaburnya karena diduga difasilitasi Sipir Lapas. 

Atas pelanggaran itu, ketiga sipir dituntut melakukan pengeluaran napi secara tidak sah. Mereka diminta membuat pernyataan terbuka  kepada atasannya. Dalam pemeriksaan, mereka mengakui menerima sesuatu (uang). 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru