riau24 Mesin Pesawat Tempur Silumannya Gagal Tes, Militer China Kebingungan | Berita Riau
Selasa, 13 November 2018

Internasional

Mesin Pesawat Tempur Silumannya Gagal Tes, Militer China Kebingungan

0
Pesawat tempur siluman J-20 milik China. Foto: int
Berita Riau -  Mesin Pesawat Tempur Silumannya Gagal Tes, Militer China Kebingungan
Riau24.com

BEIJING-Para insinyur militer China, dibuat bingung dengan performa mesin yang dibangun khusus untuk pesawat jet tempur siluman generasi baru China, J-20.


Seharusnya, pesawat tempuh paling canggih di China itu, akan dipamerkan di Zhuhai Air Show, yang kini tengah berlangsung. Namun rencana itu urung dilakukan setelah gagal melewati tes keandalan. Sejak acara dibuka pada Selasa kemarin, mesin jet pesawat tempur itu tidak kunjung tampak.

Selama ini, pesawat yang dikenal dengan Powerfu Dragon itu masih menggunakan mesin Emei WS-15.

"Kinerja mesin masih sangat tidak stabil, dan insinyur telah gagal menemukan alasan utama untuk masalah, meskipun kekuatan vektornya cukup baik sekarang," ungkap orang dalam militer China, seperti dikutip South China Morning Post, yang dilansir sindonews.com, Kamis 8 November 2018.

Menurut sumber tersebut, mesin WS-15 yang telah dikembangkan selama beberapa tahun, gagal memenuhi target keandalan secara keseluruhan dalam uji coba jangka panjang selama ratusan jam.

Sementara itu, South China Morning Post melaporkan pada bulan September, bahwa WS-15, yang memiliki pisau turbin kristal tunggal, diharapkan siap untuk produksi massal pada akhir tahun ini.

Seorang sumber di militer yang bermarkas di Beijing mengatakan, dengan kondisi saat ini, rencana China memproduksi pesawat itu secara massal, bakal tertunda.

Zhuhai Air Show adalah platform kunci bagi militer China untuk memamerkan senjata paling canggihnya. Pertunjukan itu sebagai peristiwa yang dilihat sebagai cara untuk meningkatkan moral PLA dan mempromosikan patriotisme di China.

"Sekarang ini sangat memalukan karena China sekarang mungkin perlu meminta bantuan dari Rusia," kata orang dalam militer tersebut.

“China memiliki hubungan persahabatan dengan Rusia sekarang, tetapi apa yang akan dilakukan Beijing jika kedua negara itu jatuh, atau jika Moskow berperang dengan negara lain?," lanjutnya. ***

R24/wan

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru