riau24 Sekda Kota Dumai Resmi Ditahan KPK, Amril Mukminin Masih Saksi | Berita Riau
Senin, 10 Desember 2018

HUKUM

Sekda Kota Dumai Resmi Ditahan KPK, Amril Mukminin Masih Saksi

0
Foto istimewa
Berita Riau -  Sekda Kota Dumai Resmi Ditahan KPK, Amril Mukminin Masih Saksi
Riau24.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai Muhammad Nasir dan Hobby Siregar yang merupakan pihak swasta.

Keduanya merupakan tersangka dugaan korupai pembangunan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis.

Dimana diketahui, tersangka M Nasir saat itu merupakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kabupaten Bengkalis dan juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Sedangkan pihak swasta yang turut diamankan, Hobby Siregar yang merupakan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction (MRC) selaku rekanan.

KPK sebelumnya telah melakukan proses penyelidikan terkait adanya dugaan pidana dalam pembangunan proyek yang dikerjakan pada tahun 2013-2015 lalu itu. 

Dalam tahap itu, KPK terus mengumpulkan alat bukti, baik dari keterangan saksi-saksi maupun barang bukti yang disita.

Setelah mengantongi minimal alat bukti  permulaan yang cukup, keduanya ditetapkan sebagai tersangka pada medio Agustus 2017 lalu, hingga akhirnya dilakukan penahanan pada Rabu, 5 Desember 2018  tadi malam.

"KPK melakukan penahanan 20 hari pertama terhadap 2 tersangka di kasus Bengkalis," ujar Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah kepada media, melalui pesan singkat di WhatsApp.

Keduanya tersangka kini ditahan di dua rutan yang berbeda setelah sebelumnya melalui proses pemeriksaan dalam statusnya sebagai tersangka. 

"MNS (Muhammad Nasir, red) ditahan di Rutan Guntur, HOS (Hobby Siregar, red) ditahan di Rutan Salemba," sebut Febri.

KPK juga mengendus adanya keterlibatan pihak lain. Hal itu seiring penyitaan uang sebesar Rp1,9 miliar di kediaman Bupati Bengkalis, Amril Mukminin beberapa waktu lalu.

Penyitaan itu dilakukan penyidik KPK pada penggeledahan yang dilakukan pada Juni lalu. Selain uang, KPK juga membawa beberapa koper yang diduga berisi dokumen terkait proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih.

Untuk diketahui, Proyek jalan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih itu diketahui dikerjakan dengan menggunakan APBD Bengkalis dengan tahun jamak atau multiyears, yaitu dari tahun 2013-2015. Saat proses penganggaran, Amril merupakan anggota DPRD Bengkalis.

Amril sendiri telah menjalani pemeriksaan. Beberapa kali diperiksa, politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu masih berstatus sebagai saksi. 

Terkait apakah Amril Mukminin akan dijadikan tersangka berikutnya, Febri belum lama ini memberikan penjelasannya.

"Penyidikan masih berjalan. Kami masih harus menunggu audit perhitungan kerugian negara dari BPK. Jika audit sudah selesai barulah akan dibahas langkah berikutnya atau pengembangan perkara pada pelaku lain," pungkas Febri.
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Berita News24xx

loading...

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru