Pengamat Sebut Kritikan PDIP Terhadap Jokowi Hanya Sekedar Cuci Tangan Supaya Tak Disalahkan Rakyat

Sabtu, 16 Mei 2020 | 11:44 WIB
Presiden Joko Widodo Presiden Joko Widodo

RIAU24.COM - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai jika kritikan yang diutarakan oleh kader PDI Perjuangan atas naiknya iuran BPJS Kesehatan dapat ditafsirkan sebagai upaya "cuci tangan" supaya tidak disalahkan sebagai partai penguasa.

Diketahui, dua kader PDIP mengkritik keras keputusan Jokowi yang menaikkan iuran BPJS Kesehatana adalah anggota Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning, dan Walikota Solo F.X. Hadi Rudyatmo.

Baca Juga: Justice Collaborator Bharada E Dikabulkan LPSK, Akan Jamin Perlindungan 24 Jam

"Momentum agar PDIP tak ikut-ikutan disalahkan oleh rakyat," kata Ujang Komarudin dilansir dari Rmol.id, Sabtu, 16 Mei 2020.

Dia mengatakan jika kritikan sekeras apapun kepada pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo, jika dilakukan atas nama individu-individu diyakini tidak akan berpengaruh. Sebab, Jokowi sendiri juga kader PDI Perjuangan.

"Kritikan tersebut tak membuat Jokowi mencabut Perpres-nya tersebut," kata dia.

Baca Juga: 5 Kebohongan Irjen Ferdy Sambo Yang Akhirnya Terbongkar Bareskrim

Pengamat politik jebolan Universitas Indonesia (UI) juga menilai, dalam kasus naiknya iuran BPJS ini menunjukkan seorang kepala negara mengangkangi putusan Mahkamah Agung (MA) yang bersifat binding (mengikat).

"Presiden telah melangkahi MA yang telah membatalkan iuran BPJS sebelumnya. Itu konyol dan menyesakkan dada masyarakat," tuturnya.

PenulisR24/ibl


Loading...
Loading...