riau24

Dikhawatirkan Jadi Pandemi, Ilmuwan China Temukan Flu Jenis Baru Ditularkan Dari Babi

Selasa, 30 Juni 2020 | 10:59 WIB
Dikhawatirkan Jadi Pandemi, Ilmuwan China Temukan Flu Jenis Baru Ditularkan Dari Babi (foto/int) Dikhawatirkan Jadi Pandemi, Ilmuwan China Temukan Flu Jenis Baru Ditularkan Dari Babi (foto/int)

RIAU24.COM -  Muncul flu yang dikhawatirkan jadi pandemi mirip Covid-19. Ilmuwan di China sudah identifikasi flu jenis baru yang dibawa babi, tetapi bisa menginfeksi manusia.

Dilansir dari Okezone, para peneliti khawatir bahwa virus dari babi itu bisa bermutasi lebih lanjut sehingga dapat menyebar dengan mudah dari orang ke orang, dan memicu wabah global.

Baca Juga: 5 Kombinasi Makanan Tidak Biasa yang Dapat Membantu Anda Menurunkan Berat Badan



Meski begitu bukan masalah langsung, para peneliti menyebut virus itu punya "semua ciri" yang sangat disesuaikan untuk menginfeksi manusia dan membutuhkan pemantauan ketat. Selain itu, sebab jenis flu ini tergolong baru, orang dapat punya sedikit atau tanpa kekebalan terhadap virus itu.

Pada tulisan di jurnal Prosiding National Academy of Sciences para ilmuwan katakan bahwa tindakan untuk mengendalikan virus pada babi, dan pemantauan ketat terhadap pekerja industri babi, harus segera diimplementasikan.

Baca Juga: 4 Zodiak yang Paling Sering Menghancurkan Hati Para Wanita

Jenis influenza baru yang buruk adalah salah satu dari ancaman penyakit teratas yang diwaspadai para ahli, bahkan ketika dunia berusaha untuk mengakhiri pandemi Covid-19 saat ini.

Pandemi flu terakhir yang dihadapi dunia, wabah flu babi pada 2009 itu dimulai di Meksiko. Flu babi tahun itu tak begitu mematikan daripada yang ditakutkan pada awalnya. Ini sebagian besar sebab banyak orang yang lebih tua memiliki kekebalan terhadapnya, mungkin karena kemiripannya dengan virus flu lain yang telah beredar selama bertahun-tahun.

Virus flu babi yang disebut A/H1N1pdm09 itu, sekarang tercakup oleh vaksin flu tahunan untuk memastikan orang terlindungi.

Jenis flu baru yang telah diidentifikasi di China mirip dengan flu babi 2009, tetapi dengan beberapa perubahan baru. Sejauh ini tak menimbulkan ancaman besar, sebab Prof Kin-Chow Chang dan rekan-rekan yang sudah mempelajarinya, menyebut itu adalah salah satu yang patut diawasi.

PenulisR24/riki



Loading...
Loading...