Ops Patuh 2020 Tilang 419 Kendaraan, Serta Sosialisasi Protokol Kesehatan Berbahasa Daerah

Minggu, 02 Agustus 2020 | 15:51 WIB
Ops Patuh 2020 Tilang 419 Kendaraan, Serta Sosialisasi Protokol Kesehatan Berbahasa Daerah (foto/amsur) Ops Patuh 2020 Tilang 419 Kendaraan, Serta Sosialisasi Protokol Kesehatan Berbahasa Daerah (foto/amsur)

RIAU24.COM - ROKAN HULU- Dalam sepekan Pelaksanaan Operasi Patuh Lancang Kuning 2020, Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Rohul, sudah keluarkan 419  tindakan tilang kepada pengendara roda dua dan roda empat.

Kasat Lantas Polres Rohul, AKP Andriyanto Skg, SIK melalui Kanit Lakalatantas, Satlantas Polres Rohul Iptu Efendi Lupino mengatakan, pelanggaran masih didominasi oleh pengendara roda dua.

Baca Juga: Ucok Dibekuk Dalam Gubuk di Tambusai, Polisi Sita 5,3 Gram Sabu



Dengan aturan, jenis pelanggaran mendominasi, yakni masih ada pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm SNI, melebihi kecepatan, pengendara di bawah umur, kemudian pengendara roda empat tidak menggunakan safty belt dan berkendara melawan arus.

"Kita sudah lakukan 419 tindakan tilang, terdiri dari  69 Surat Izin Mengemudi (SIM), 134 STNK dan 219 Kendaraan Bermotor," kata Iptu Lupino, Sabtu (1/8/20). 

Baca Juga: Kapolres Rohul Silaturahim Dengan Tokoh Masyarakat Rambah Samo

Elfendi Lupino juga mengaku, dalam sepekan OPS Patuh , sebagian besar pelanggar merupakan karyawan swasta, pelajar dan mahasiswa dengan usia pelanggar didominasi usia 21 hingga 25 tahun serta antara 16 hingga 20 tahun. Sedangkan di OPS Patuh Lancang Kuning tahun 2020, belum ada kasus Lakalantas.

"Hasil operasi sepekan ini akan terus kita edukasi dan sosialisasikan, agar kedepannya masyarakat lebih tertib dalam berlalulintas sehingga menekan angka risiko kecelakaan lalu lintas di jalan raya," harap Lupino.

Terlepas itu, selama pelaksanaan Operasi Patuh Lancang Kuning 2020, Polres Rohul juga  terus mensosialisasikan ke pengendara bermotor agar tertib dalam melaksanakan Protokol Kesehatan. Bahkan Polisi mengimbau ke pengendara dengan berbahasa daerah.

"Ulong-ulong (Abang), Iko ulong mengapo indo makai masker, kitokan tau, kini ko bubahayo kelua rumah indo pakai masker. Kami dari polisi menghimbau kalau ulong kolua rumah, moh di pakai maskernyo, iko untuk keselamatan kito bosamo," kata seorang Polisi Lalu lintas ketika mensosialisasikan protokol kesehatan dengan pengeras suara.

Meski hanya sebatas imbauan, sosialisasi penggunaan masker cukup efektif. Pasalnya, pasca sepekan dilaksanakan OPS Patuh 2020 ini tingkat pengendara menggunakan masker di jalan raya meningkat signifikan.

"Ini sifatnya imbauan, namun Alhamdulillah berkat penyampaian yang humanis, masyarakat dapat memahami dan selama sepekan ini kita lihat, tingkat kesadaran pengendara bermotor dalam memakai masker meningkat cukup signifikan," jelasnya. (Amsur)

PenulisR24/riki



Loading...
Loading...