Kejutan, Partai Pendukung Jokowi Ini Ngaku Ditawari Uang Agar Usung Calon Penantang Gibran di Pilkada Solo, Ini Pihak yang Dimaksud

Kamis, 06 Agustus 2020 | 00:10 WIB
Pasangan Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa yang sejauh ini belum memiliki calon penantang di Pilkada Kota Solo. Foto: int Pasangan Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa yang sejauh ini belum memiliki calon penantang di Pilkada Kota Solo. Foto: int

RIAU24.COM -  Pernyataan mengejutkan dilontarkan Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Solo, Antonius Yogo Prabowo. Ia mengaku pernah ditawari sejumlah uang, agar memunculkan rival atau penantang bagi pasangan Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa, yang diusung PDIP Solo. 

Pernyataan itu terhitung mengejutkan, mengingat PSI selama ini merupakan salah satu partai pendukung Jokowi. Menurut Antonius, uang yang ditawarkan mendekati jumlah Rp1 miliar. 
Yang lebih mengejutkan, ia mengaku tawaran itu berasal dari seorang yang mengaku sebagai tim pemenangan Achmad Purnomo-Anung Indro Susanto.

Baca Juga: Menyoal Demokrasi dalam Setahun Kepemimpinan Jokowi, Ubedilah Badrun: Makin Khianati Rakyat

Hal itu diungkapkannya saat berbincang dengan sejumlah wartawan, Rabu 5 Agustus 2020 tadi malam. Namun menurut Antonius, tawaran itu akhirnya ditolak setelah pihaknya berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI.

"Sebenarnya tanpa koordinasi pun saya sudah tahu jawaban DPP pasti menolak. Tapi, waktu itu saya bilang akan saya koordinasikan dulu dengan Sekjen Kami, Bro Raja Juli Antoni," ujarnya, dilansir cnnindonesia.

Seperti diketahui, Achmad Purnomo saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Solo dari PDIP. Ia sempat dicalonkan DPC PDIP Solo sebagai bakal calon wali kota Solo berpasangan dengan Teguh. Namun rencana itu gagal, setelah DPP PDIP malah mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan Gibran-Teguh.

Sementara itu, Anung Indro Susanto yang disebut-sebut sebagai pasangan Achmad Purnomo, adalah mantan Kepala Bapermas PP PA dan KB Kota Solo.

Menurut Yogo, utusan Purnomo-Anung yang menemuinya adalah kontestan Pemilihan Legislatif Kota Solo 2019 dari salah satu partai yang gagal meraih kursi di DPRD Solo.

"Jujur saja saya merasa tersanjung. Memang belum sampai miliar, baru mendekati. Tapi sebagai pendatang baru dengan satu kursi di DPRD, menurut saya jumlahnya cukup besar," katanya.

Baca Juga: Mahfud MD Sebut Isi UU Diubah Usai Paripurna Termasuk Cacat Formal, Ini Respon Tifatul Sembiring

Dibantah 
Sementara itu, Purnomo yang dikonfirmasi secar terpisah, mengaku sama sekali tidak tahu menahu mengenai wacana pencalonan dirinya dan Anung di Pilkada Solo.

"Saya sama sekali tidak tahu. Malah saya baru dengar sekarang ini ada pasangan Purnomo-Anung," katanya.

Purnomo menegaskan dirinya sama sekali tidak setuju dengan politik transaksional sebagaimana dibeberkan oleh PSI. "Saya nggak setuju kalau ada tawaran-tawaran uang seperti itu," katanya.

Senada dengannya, Anung juga mengaku belum berniat kembali bertarung setelah kalah di Pilkada Solo 2015. Ia juga belum membentuk tim pemenangan untuk menggalang dukungan.

"Belum ada pandangan. Sepertinya semua partai kan sudah ke Mas Gibran ya," katanya.

Hanya saja, ia mengaku sempat ada pembicaraan dengan beberapa politisi dari partai-partai di luar PDIP untuk kembali maju di Pilkada 2020.

"Tapi itu sudah lama sekali. Temen-temen lama nanya apakah akan maju lagi. Ya kita lihat saja nanti partai mana yang akan mendukung. Wong, semua partai sudah ke sana (Gibran)," katanya.

Untuk diketahui, sampai saat ini pasangan Gibran-Teguh belum memiliki rival di Pilkada Solo.

PKS yang masih berusaha melawan Gibran di Pilkada Solo, terkendala persyaratan perolehan kursi. Soalnya, untuk mengusung pasangan calon kepala daerah di Solo, partai atau gabungan partai harus memiliki minimal 9 kursi di DPRD. Sementara PKS hanya memiliki lima kursi.

Terkait hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Solo, Abdul Ghofar Ismail mengatakan pihaknya masih menjalin komunikasi dengan partai lain yang belum melabuhkan dukungan tertulis kepada Gibran.

Namun Ghofar mengaku tidak mendapat tawaran dari tim pemenangan Purnomo-Anung seperti PSI. Hanya saja ia tak menampik perlunya biaya yang cukup besar untuk mengikuti kontestasi politik di Indonesia.

"Yang namanya mau maju tetap ada biaya untuk kampanye, konsolidasi. Wong, saya nyaleg saja kan mesti mengeluarkan uang," katanya.

PKS sendiri sudah berkomunikasi dengan sejumlah tokoh Solo yang berpotensi menjadi rival Gibran di Pilkada Solo termasuk Purnomo. Hanya saja nama Anung tidak termasuk dalam daftar nama yang dinominasikan PKS. ***

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...