7 Sosok Ini Dikenal Kaya, Tapi Pelitnya Minta Ampun, Bahkan Ada yang Suka 'Nyamar' Jadi Orang tak Punya, Siapa Saja Mereka?

Senin, 14 September 2020 | 11:12 WIB
Komedian pantomim Charlie Chaplin disebut-sebut sebagai orang kaya yang pelit. Foto: int Komedian pantomim Charlie Chaplin disebut-sebut sebagai orang kaya yang pelit. Foto: int

RIAU24.COM -  Bagi orang yang hidupnya bergelimang harta dan kekayaan, seharusnya sangat mudah untuk saling berbagi dengan orang lain, khususnya mereka yang membutuhkan. Namun namanya dunia, meski kaya, tetap saja masih ada orang yang pelit. 

Dari data yang dilansir viva merangkum wowmenariknya, Senin 14 September 2020, berikut ini ada tujuh tokoh dunia yang dikenal kaya, namun pelitnya minta ampun. Siapa saja mereka?

1. Siapa sangka, nama pertama yang ada dalam daftar, adalah Presiden ke-35 Amerika Serikat, John F. Kennedy (1917 – 1963). Meski dikenal kaya raya dan tampan, ternyata John dikenal sangat pelit. 

Sebenarnya, dari sang ayah, John F Kennedy telah menerima dana perwalian sebesar US$ 170 juta dengan kurs dolar sekarang. Namun aktivitas sehari-hari, John jarang sekali membawa uang sepeser pun. 

Bahkan dia membiarkan temannya, agen rahasianya atau siapapun untuk membayar tagihan ke manapun ia pergi.

Sifat hidup yang biasa 'irit' ini, berlanjut hingga ia menjadi Presiden AS. Pernah pada suatu ketika, John berserta strinya Jacqueline Kennedy berbelanja pakaian. Namun tagihannya masuk ke tagihan bahan pokok Gedung Putih. Tanpa malu, keduanya juga membenarkan hal itu. 

Namun jangan salah, meski dikenal kikir, Kennedy juga dikenal sebagai salah satu di antara Presiden paling dermawan, karena menyumbangkan seluruh gajinya untuk sumbangan.

Baca Juga: Puluhan Ribu Pendukung Oposisi Lakukan Aksi Demonstrasi di Ibu Kota Belarusia

Nama selanjutnya yang masuk daftar, adalah pelawak dan pantomin Charlie Chaplin (1889 – 1977). Pada masanya, Chaplin termasuk orang paling kaya. Bahkan pada tahun 1916, Chaplin bisa meraup US$ 10.000 dolar per minggu atau US$ 219.000 per minggu jika dikonversi pada waktu sekarang.

Meski dikenal punya banyak uang di bank, penulis biografi Kenneth S Lynn menyebut, Chaplin selalu 'menyamar' supaya terlihat tak punya uang. Bahkan saat makan dengan teman, dia juga selalu meminta temannya yang bayar.

3. Yang ketiga adalah J Paul Getty (1892 – 1976), seorang pengusaha minyak. Saat bepergian, Paul senang bepergian dengan pesawat kelas mewah. Meski demikian, ia enggan membayar tiket. Bahkan saat tinggal di hotel pun, Paul biasanya memilih kamar terkecil dan termurah.

Pernah suatu ketika, ia membeli rumah mewah di luar London. Ketika itu, banyak pihak mengira Getty sudah agak berubah. Tapi perkiraan itu ternyata meleset. Tak lama kemudian, media setempat mengabarkan Getty memasang telepon berbayar untuk para tamu di rumah mewahnya itu. Ia bahkan mengunci semua saluran telepon lainnya. Walah!

4.  Semasa hidupnya, Hetty Green (1834 – 1916) dikenal sebagai Witch of Wall Street atau penyihir Wall Street, yang tak lain adalah bursa saham di AS. Karena itu, ia bisa meraup kekayaan lebih dari US$ 2 miliar pada kurs sekarang ini. Ia bahkan sempat dianggap sebagai wanita terkaya di Amerika Serikat kala itu. 

Meski demikian, bakat pelit yang ada pada dirinya disebut-sebut tak kunjung hilang, meski hidupnya sudah berlimang harta. Bahkan, bila perlu ke dokter, Greenakan mengenakan pakaian kumuh dan memilih klinik gratis. Supaya tidak membayar, ia bahkan rela menggunakan identitas palsu. 

Bahkan, ada sebuah cerita yang mengisahkan, anaknya kehilangan kaki karena Green tidak mau membayar biaya perawatan.

Tak hanya itu, dibanding tinggal di rumah mewahnya di New York, Boston, Chicago, dan St Louis, wanita ini lebih memilih tinggal di apartemen murah dan rumah kos. Ia juga dikenal suka tawar menawar harga dengan pelayan restoran sebelum memesan.

Baca Juga: Corona di India Makin Menggila, lebih Seribu Orang Meninggal Dalam 24 Jam, Amerika Bakal Tersalip

5. Cary Grant (1904 – 1986) dikenal sebagai aktor yang cukup terkenal di AS pada era 1930-an. Tak hanya jadi aktor yang dibayar mahal, tapi Grant juga menikah dengan wanita terkaya dunia kala itu, Barbara Hutton.

Meski kaya, Grant tetap saja pelit. Ia diduga menandai botol susu miliknya agar tidak diminum para pembantunya. Selain itu, Grant juga menagih uang cuci jika ada tamu yang menginap dan mencuci. Bahkan Grant mematok tarif US$ 25 sen untuk setiap tandatangan yang ia beri pada penggemarnya. Dia mengklaim uang itu akan disumbangkan untuk amal.

6. HL Hunt (1889–1974), adalah seorang miliarder. Ia memiliki harta berlimpah dari usahanya sebagai pebisnis minyak. Salah gambaran dan bukti betapa pelitnya Hunt, dia membeli pakaian dari rak, mengambil cokelat untuk makan siang, memotong rambutnya sendiri, dan mengemudikan mobilnya sendiri.

Hunt juga dilaporkan memarkirkan kendaraannya beberapa blok dari kantornya untuk menghidari biaya parkir US$ 50 sen. Bahkan, ia disebut-sebut menikmati reputasinya sebagai orang yang membeli tip sedikit.

7. Orang kaya tapi pelit yang masuk dalam daftar terakhir adalah Leona Hemsley (1920 – 2007), yang tak lain adalah mantan istri pemilik The New York Hotel, salah satu hotel paling bergengsi di AS.  

Ada ungkapan menyebutkan ‘Kita tidak bayar pajak. Hanya rakyat kecil yang membayar pajak’. Itu sepertinya ungkapan yang cocok bagi sosok wanita ini. Suatu waktu dia juga pernah dituntut oleh delapan kontraktor.

Helmsley dilaporkan meminta pembayaran kembali pada pemasok, melakukan penipuan terkait penjualan dan pajak penerimaan, dan membebankan semua biaya pribadinya ke hotel.

Dia sudah melewati batas dan berbuat jahat pada banyak orang, dan pada akhirnya dia kena batunya kemudian menghabiskan 18 bulan di penjara. ***

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...