PA 212 Soal Ahok: Produk Gagal yang Terus Dipaksakan oleh Rezim

Kamis, 17 September 2020 | 16:57 WIB
Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin

RIAU24.COM - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin meminta kepada Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk mengakhiri kegaduhan yang dibuatnya.

Hal itu terkait dengan ucapan Ahok yang dinilai rasis ketika dirinya membongkar borok perusahaan plat merah di akun YouTube, POIN.

Baca Juga: Tambah 303 Kasus Hari ini, Riau Tertinggi ke 4 di Indonesia Penambahan Kasus Positif Covid-19

Ucapan yang dimaksud adalah, “persoalannya kalau saya jadi dirut, ribut. Kadrun-kadrun mau demo, mau bikin gaduh lagi republik ini gitu loh".

"Negara ini sudah cukup dibuat gaduh oleh Ahok,” kata dia dilansir dari Rmol.id, Kamis 17 September 2020.

Baca Juga: Catat Rekor Baru, Penambahan Kasus Corona di Riau Masih Tertinggi di Pulau Sumatera

Dia juga meminta kepada pemerintah untuk tidak lagi memberi jabatan penting bagi orang yang membuat gaduh seperti Ahok. Apalagi secara kinerja, Ahok terbukti gagal membawa Pertamina berjaya.

"Ahok ini produk gagal yang terus dipaksakan oleh rezim. Tidak peduli negara ini menjadi gaduh dan akhirnya terbukti pertamina dalam sejarahnya bisa rugi Rp 11 triliun," tuturnya.

PenulisR24/ibl



Loading...
Loading...