Menteri Koordinator Perekonomian Sebut Vaksin COVID-19 yang Dipakai di Indonesia Akan Mendapat Sertifikasi Halal

Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:39 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Sebut Vaksin COVID-19 yang Dipakai di Indonesia Akan Mendapat Sertifikasi Halal Menteri Koordinator Perekonomian Sebut Vaksin COVID-19 yang Dipakai di Indonesia Akan Mendapat Sertifikasi Halal

RIAU24.COM -  Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengamankan akses vaksin Covid-19.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga mengepalai tim pemulihan ekonomi nasional dan penanggulangan Covid-19, mengatakan dalam pertemuan virtual pada Senin bahwa pemerintah menargetkan untuk mengamankan 320 juta dosis vaksin Covid-19.

Saat ditanya soal status kehalalannya, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah telah berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memastikan vaksin tersebut mendapat sertifikasi halal.

“Kami sudah diskusikan dengan MUI dan insya Allah vaksin itu halal,” ujarnya. Status halal dari vaksin Covid-19 potensial telah menjadi perhatian utama banyak orang.

Baca Juga: MUI Himbau Umat Islam Indonesia Boikot Produk Prancis

Awal bulan ini, Wakil Presiden dan ulama senior Muslim Ma'ruf Amin mengatakan, potensi vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan pemerintah tidak harus halal.

Juru bicara Wapres Masduki Baidowi mengatakan, pernyataan Maruf disampaikan saat bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tentang kemajuan pengembangan kandidat vaksin yang saat ini sedang dikembangkan perusahaan biofarmasi China, Sinovac, bekerja sama dengan perusahaan farmasi milik negara PT Bio. Farma.

Tempo.co melaporkan pada Senin bahwa Tim Inspeksi Vaksin Covid-19, yang terdiri dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, MUI dan perwakilan PT Bio Farma, akan terbang ke China pada 14 Oktober untuk memeriksa kualitas dan status halal calon vaksin Sinovac dan Cansino.

"Status halal dari vaksin [potensial] Sinovac dan Cansino akan dijamin melalui MUI yang berpartisipasi dalam proses penelitian data," kata Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam keterangannya, Senin.

Terkait pengadaan vaksin Covid-19, Airlangga mengatakan pemerintah tengah mengupayakan pasokan vaksin pada kuartal IV tahun ini.

Ia menjelaskan, perusahaan farmasi dan biofarmasi multinasional Inggris-Swedia AstraZeneca telah berkomitmen untuk memberikan 100 juta dosis vaksin ke Indonesia.

Baca Juga: Tegas, UAS Sebut Penghina dan Penista Nabi Muhammad Adalah Orang Dungu

Dia menambahkan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi saat ini sedang menyiapkan vaksin 50 juta dosis pertama.

Airlangga juga mengatakan, Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 99/2020 tentang pengadaan vaksin. Saat ditanya status calon vaksin yang saat ini sedang dikembangkan Sinovac bekerja sama dengan Bio Farma, ia menjawab bahwa hasilnya akan dirilis pada Desember mendatang, sesuai rencana.

Selain mengembangkan vaksin, pemerintah juga telah membahas pengadaan vaksin dengan perusahaan farmasi lain, termasuk Pfizer dan Johnson & Johnson. Berdasarkan rencana tersebut, Airlangga mengatakan yakin pemerintah akan memiliki pasokan vaksin yang cukup untuk negara.

PenulisR24/dev



Loading...
Loading...