Bos Besar Samsung Meninggal Dunia, Ternyata Momen Sepele Ini yang Membuat Perusahaan Ini Menjelma Jadi Raksasa Teknologi

Minggu, 25 Oktober 2020 | 13:24 WIB
Lee Kun-hee Lee Kun-hee

RIAU24.COM -  

Bos besar Samsung Group, Lee Kun-hee, meninggal pada hari Minggu 25 Oktober 2020, pada usia 78 tahun. Sosoknya disebut-sebut sebagai yang paling banyak andilnya dalam perusahaan. Semasa di bawah kepemimpinannya pula,  Samsung menjelma menjadi perusahaan raksasa di dunia dalam bidang teknologi. Siapa sangka, ternyata kebangkitan perusahaan asal Korea Selatan itu bermula dari sebuah momen sepele.  

Wafatnya Lee diungkapkan langsung pihak perusahaan. Dalam keterangan resminya disebutkan, sebelum wafat,  Lee sempat dirawat di rumah sakit selama enam tahun, setelah mengalami serangan jantung. 

Baca Juga: Pabrikan Besar Apple Pegatron Akan Menginvestasikan USD 150 Juta Untuk Membuat iPhone Di India

Dilansir detik yang merangkum reuters,  pihak perusahaan menyebutkan, Lee adalah sosok yang menjadikan Samsung menjadi perusahaan raksasa du dunia dalam hal teknologi.  

"Deklarasi 'Manajemen Baru' miliknya pada 1993 adalah pendorong yang memotivasi dari visi perusahaan untuk memberikan teknologi terbaik untuk membantu memajukan masyarakat global," ungkap  Samsung dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu tempo melansir,  Lee Kun-hee mulai menjadi nahkoda utama di Samsung pada usia 45 tahun,  tepatnya pada tahun 1987. 

Lee tak lain adalah anak ketiga dari Lee Byung-chull, yang mendirikan Samsung Group pada 82 tahun lalu, tepatnya 1 Maret 1938

Di awal masa kepemimpinannya,  Samsung tidak langsung melesat. 

Baca Juga: Melalui Channel Digione Maxstream Telkomsel Hadirkan Konten Asli dari Sumatera, Begini Cara Aksesnya

Ada sebuah momen yang disebut-sebut menjadi langkah besar Samsung menjadi raksasa teknologi di dunia.  

Pada Februari 1993, Lee pernah memerintahkan bawahannya untuk mengecek produk Samsung di sebuah toko bernama Best Buy di Los Angeles, Amerika Serikat. 

Di sana, televisi Samsung terletak di pojokan rak, tertutup debu, dan dijual seharga US$ 100, lebih murah dari televisi produk rival mereka, Sony.

Hingga empat bulan kemudian, Lee akhirnya menerapkan rencana "Manajemen Baru" untuk mengubah kondisi perusahaan. Kepada para eksekutif di Samsung, Ia meminta agar semuanya diubah. "Kecuali istri dan anak Anda," kata Lee.

Sejak itulah, bisnis Samsung berkembang. Meski sempat dilanda badai,  namun Samsung terus menggeliat hingga akhirnya menjadi perusahaan sebesar sekarang ini.  

Samsung sejauh ini sukses menjadi yang terdepan bahkan mengalahkan dominasi perusahaan lain seperti Sony dan Panasonic.  Samsung juga sukses mengakhiri kejayaan Nokia dalam teknologi telepon seluler.  ***

PenulisR24/wan



Loading...
Loading...